Sabtu, 03 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Pemprov Banten Percepat Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak, Investasi Diperkirakan Rp1,29 Triliun

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Pemprov Banten Percepat Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak, Investasi Diperkirakan Rp1,29 Triliun
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SERANG, BERITANOW.COM – Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong percepatan rencana elektrifikasi Rangkasbitung–Merak sekaligus pembangunan jalur ganda kereta api di lintasan tersebut. Pengembangan transportasi ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkutan publik serta memperkuat konektivitas antardaerah di Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap transportasi umum yang lebih terintegrasi semakin meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mendorong pemerintah pusat agar rencana elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda dapat segera ditindaklanjuti.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai studi kelayakan elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung–Merak yang berlangsung di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Andra, pengembangan jalur kereta api hingga Merak menjadi salah satu kebutuhan penting untuk meningkatkan pelayanan transportasi publik di Provinsi Banten.

Ia menjelaskan bahwa rencana pengembangan tersebut sebelumnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Namun, program tersebut masih memerlukan penguatan agar dapat masuk dalam perencanaan strategis pemerintah pusat.

Pemprov Banten Siapkan Studi Kelayakan

Karena pembangunan dan pengembangan perkeretaapian berada dalam kewenangan Kementerian Perhubungan, Pemprov Banten kini menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Studi tersebut diperlukan untuk melihat kelayakan pembangunan dari berbagai aspek, termasuk kebutuhan operasional, kapasitas layanan, hingga kebutuhan pembiayaan.

Andra berharap hasil studi kelayakan dapat memperkuat usulan kepada pemerintah pusat mengenai pengembangan transportasi kereta listrik dari Rangkasbitung menuju Merak.

Menurutnya, hasil kajian nantinya juga akan memberikan gambaran mengenai kemampuan proyek dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang lebih cepat dan memiliki kapasitas lebih besar.

Jumlah Penumpang KRL Terus Meningkat

Dorongan untuk meningkatkan kapasitas jalur kereta api tidak terlepas dari tingginya jumlah pengguna KRL pada lintasan Tanah Abang–Rangkasbitung.

Data yang disampaikan Pemprov Banten menunjukkan jumlah penumpang pada lintasan tersebut mencapai sekitar 77,5 juta orang sepanjang 2025. Angka itu diperkirakan meningkat menjadi sekitar 85 juta penumpang pada 2026.

Pada periode jam sibuk, tingkat keterisian kereta bahkan disebut telah mencapai sekitar 161 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perlunya peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan perkeretaapian.

Rencana elektrifikasi Rangkasbitung–Merak diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp1,29 triliun.

Berdasarkan kajian kelayakan yang disiapkan, kapasitas pelayanan harian setelah pengembangan diproyeksikan dapat meningkat dari sekitar 9.900 penumpang menjadi kurang lebih 18.000 penumpang.

Pembangunan Bisa Dilakukan Bertahap

Pengembangan jalur kereta listrik tersebut direncanakan tidak langsung dilakukan sekaligus hingga Merak. Pembangunan dapat dikerjakan secara bertahap dengan tahap awal dari Rangkasbitung menuju Serang.

Tahapan berikutnya kemudian diarahkan menuju wilayah Cilegon hingga akhirnya mencapai Merak.

Jika terealisasi, pengembangan tersebut akan memperluas jangkauan layanan kereta listrik di Banten sekaligus memberikan pilihan transportasi publik bagi masyarakat di wilayah Serang, Cilegon dan kawasan sekitarnya.

Pemkot Serang Dukung Pengembangan KRL

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Serang. Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai penyusunan studi kelayakan merupakan langkah penting untuk memastikan usulan elektrifikasi dapat diteruskan ke pemerintah pusat.

Menurut Budi, peningkatan konektivitas perkeretaapian berpotensi memberikan manfaat terhadap mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Kota Serang.

Dengan adanya layanan kereta listrik yang terintegrasi, masyarakat di Serang dan daerah sekitarnya nantinya memiliki akses transportasi yang lebih terhubung menuju Jakarta maupun sejumlah wilayah lain di Banten.

Budi mengatakan Pemkot Serang menyambut langkah Pemprov Banten yang bergerak cepat menindaklanjuti rencana perluasan layanan kereta elektrifikasi hingga wilayah Banten bagian barat.

Ia berharap proses pengembangan tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan sesuai dengan rencana dan komitmen yang telah dibangun.

Stasiun Cipocok Jaya Berpotensi Diaktifkan Kembali

Selain elektrifikasi jalur kereta, pengembangan konektivitas juga mencakup rencana mengaktifkan kembali Stasiun Cipocok Jaya di Kota Serang.

Budi menyebut keberadaan stasiun tersebut menjadi bagian yang dipertimbangkan karena jalur pengembangan kereta nantinya akan melintasi kawasan tersebut.

Pengaktifan kembali Stasiun Cipocok Jaya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kereta api sekaligus mendukung konektivitas transportasi di Kota Serang.

Komentar (0)