Pembukaan Wall Street 9 Oktober 2026 Menguat, Nasdaq Naik 0,55%
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
NEW YORK, BERITANOW.COM – Pembukaan Wall Street 9 Oktober 2026 berlangsung positif setelah harga minyak menurun dan saham teknologi mulai bangkit. Ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat membuka perdagangan Jumat di zona hijau.
Dow Jones Industrial Average naik 67,32 poin atau 0,13 persen ke level 51.298,96. S&P 500 menguat 22,35 poin atau 0,29 persen menjadi 7.787,71, sementara Nasdaq Composite naik 149,59 poin atau 0,55 persen ke 27.342,93.
Penguatan tersebut memberi kelegaan setelah sesi Kamis ditutup melemah. Pada penutupan sebelumnya, S&P 500 turun 0,46 persen ke 7.765,70 dan Nasdaq Composite melorot 1,24 persen ke 27.197,10.
Minyak Turun, Tekanan Inflasi Mereda
Harga minyak dunia menurun pada perdagangan Jumat setelah kekhawatiran pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah mereda. Penurunan harga energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi yang sebelumnya menekan pasar saham.
Brent crude turun sekitar 1,2 persen ke US$103,01 per barel, sedangkan minyak WTI melemah 0,9 persen ke US$90,69 per barel. Penurunan tersebut memberi ruang bagi investor untuk kembali menilai saham secara lebih optimistis.
Tekanan dari pasar obligasi juga sedikit mereda. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak di sekitar 5,25 persen, sementara yield tenor 30 tahun turun dari 5,73 persen menjadi sekitar 5,60 persen.
Penurunan yield menjadi sinyal positif bagi saham pertumbuhan, terutama teknologi. Perusahaan dengan valuasi yang bertumpu pada proyeksi laba jangka panjang biasanya lebih rentan terhadap kenaikan biaya pembiayaan.
Teknologi dan AI Memimpin Rebound
Saham teknologi menjadi penggerak utama penguatan pada pembukaan Jumat. Saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali mencatat penguatan setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya.
Nasdaq Composite membuka paling kuat dibandingkan dua indeks lainnya. Kenaikan tersebut menunjukkan investor kembali menaruh minat pada saham chip, perangkat lunak, dan perusahaan yang bergerak di ekosistem AI.
Meski demikian, pasar masih menghadapi risiko dari yield Treasury yang tetap tinggi. Investor perlu memastikan apakah rebound teknologi mampu bertahan atau hanya bersifat koreksi sementara setelah pelemahan Kamis.
Pergerakan saham AI juga dipengaruhi ekspektasi musim laporan keuangan. Pelaku pasar akan menilai apakah belanja infrastruktur AI dan permintaan chip mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba yang lebih nyata.
Sektor Telekomunikasi Tertekan
Berbeda dengan teknologi, saham telekomunikasi tercatat tertekan pada pembukaan. T-Mobile dan AT&T melemah setelah SpaceX mengambil langkah baru untuk masuk ke bisnis operator seluler melalui pengembangan spektrum.
Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran persaingan baru di industri telekomunikasi nirkabel. Investor menilai masuknya pemain baru berpotensi menekan daya saing dan margin perusahaan telekomunikasi yang sudah mapan.
Sementara itu, saham maskapai Delta Air Lines turun setelah perusahaan memangkas panduan laba tahunan akibat kenaikan biaya bahan bakar pesawat. Kondisi tersebut menunjukkan dampak harga energi masih terasa pada sektor transportasi.
Pergerakan sektor telekomunikasi dan transportasi menjadi pengingat bahwa tekanan struktural dan biaya energi tetap ada. Penguatan indeks tidak serta-merta menghapus risiko pada perusahaan yang sensitif terhadap regulasi, persaingan, dan harga bahan bakar.
Sorotan Menjelang Akhir Pekan
Investor kini menunggu data sentimen konsumen Amerika Serikat. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai daya beli rumah tangga dan prospek belanja konsumen menjelang musim liburan.
Pasar juga mulai mengarahkan perhatian pada musim laporan keuangan kuartal ketiga. Kinerja perusahaan akan menjadi ujian penting bagi kelanjutan rally saham, terutama di tengah biaya bunga yang masih tinggi.
Hingga Kamis, S&P 500 masih mencatat kenaikan sekitar 0,6 persen sepanjang pekan. Sementara itu, Dow Jones hanya naik 0,1 persen dan Nasdaq Composite relatif stagnan.
Jika penguatan bertahan hingga penutupan, Wall Street berpeluang mengakhiri pekan dengan catatan lebih positif. Namun, volatilitas tetap tinggi karena harga minyak, yield obligasi, dan sentimen AI masih dapat berubah cepat.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.