Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Pelebaran Simpang Parung Bingung Depok Dimulai, 3 Alat Berat Dikerahkan

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Pelebaran Simpang Parung Bingung Depok Dimulai, 3 Alat Berat Dikerahkan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

DEPOK, BERITANOW.COM — Pengerjaan pelebaran Simpang Parung Bingung di Depok, Jawa Barat, resmi dimulai sejak Senin (12/10/2026). Tiga alat berat dikerahkan ke lokasi untuk menggali dan meratakan permukaan jalan pada tahap awal proyek yang ditargetkan mengatasi kemacetan di kawasan Sawangan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan dua ekskavator sedang menggali tanah di persimpangan yang mempertemukan Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Meruyung, dan Jalan Raya Muchtar. Satu ekskavator lainnya terlihat menyusun batu kali sebagai lapisan pondasi jalan di dekat Masjid Al-Hidayah.

Tahap Pertama Sepanjang 424 Meter
Pada tahap pertama, pengerjaan difokuskan pada penggalian dan pelebaran jalan dari depan Fore Coffee menuju Jalan Raya Muchtar hingga kawasan Masjid Al-Hidayah. Panjang ruas yang dikerjakan sekitar 424 meter.

Pelaksana lapangan, Arif, menyatakan pekerjaan saat ini difokuskan pada penggalian tanah untuk meratakan permukaan jalan atau leveling sebelum memasuki tahap pelapisan akhir berupa pengaspalan. Proses tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga hari.

"Yang dikerjain ya untuk leveling di ini aja dulu, galian," ujar Arif, seperti dikutip Kompas.com.

Menurutnya, penggalian awal dilakukan dari depan Fore Coffee hingga persimpangan menuju Jalan Raya Muchtar. Sementara lahan di sebelah Galeria masih dalam proses pengosongan. Pembebasan lahan sudah dilakukan, namun proses pengosongan belum selesai.

Arus Lalu Lintas Tetap Normal
Arif memastikan pengerjaan pelebaran jalan tahap pertama tidak akan mengganggu arus lalu lintas di Simpang Parung Bingung. Pasalnya, pekerjaan saat ini hanya dilakukan di sisi pinggir jalan.

"Arus lalu lintasnya tetap, karena pekerjaan kita itu di sini, dari pembebasan lahan ini. Jadi lalu lintas jalan tetap, tidak ada efeknya," tuturnya.

Berdasarkan pantauan pada Kamis siang, arus lalu lintas di persimpangan tersebut terpantau cukup lancar. Kemacetan hanya terlihat di Jalan Raya Muchtar arah Kali Angsana, namun kondisi itu bukan disebabkan oleh proyek pelebaran.

Warga Apresiasi Kinerja Wali Kota
Kebijakan Wali Kota Depok Supian Suri melaksanakan pelebaran Jalan Raya Sawangan mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Ketua RW 13 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Syarifudin, mengaku puas dengan kinerja Wali Kota dan jajaran dalam membenahi kemacetan yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

"Kemacetan di ruas Jalan Raya Sawangan sudah cukup lama terjadi, bahkan mungkin lebih dari 10 tahun. Tapi baru sekarang di bawah kepemimpinan Bapak Supian Suri dan Bapak Chandra Rahmansyah ada upaya mengatasi kemacetan itu," papar Syarifudin, seperti dikutip Jurnal Depok.

Warga RW 03 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Asep Anggara, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kemacetan di Jalan Raya Sawangan sudah menjadi momok bagi warga, terutama pengguna jalan. Ia berharap tahun depan jalan tersebut sudah tidak macet lagi karena beberapa titik simpul kemacetan sedang dibenahi.

Pembuktian Janji Kampanye
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Depok, H. Edi Masturo, menilai kebijakan pelebaran jalan sebagai pembuktian sikap amanah Wali Kota. Menurutnya, dalam dua tahun awal pemerintahan, Supian Suri dan jajaran telah banyak melakukan pembenahan fasilitas umum dan menggulirkan program pemberdayaan masyarakat.

"Ini membuktikan bahwa beliau memiliki sifat sekaligus sikap Wafa' atau amanah, karena beliau telah menepati janji kampanye yang disampaikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Dengan dimulainya pengerjaan tahap pertama ini, warga Sawangan berharap kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama dapat teratasi dalam beberapa tahun ke depan.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)