Paramount dan Warner Bros Gabung, Nama Perusahaan Baru Jadi Skydance
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
LOS ANGELES, BERITANOW.COM — David Ellison mengumumkan nama perusahaan gabungan Paramount dan Warner Bros Discovery sebagai Skydance. Nama itu diumumkan pada Jumat (2/10/2026), beberapa hari sebelum merger resmi rampung. Skydance akan menjadi induk bagi merek-merek yang sudah ada seperti Warner Bros, Paramount, dan HBO.
Ellison menyampaikan pengumuman itu melalui memo kepada staf dan unggahan di X. Ia menyebut nama Skydance dipilih untuk memberi identitas tersendiri bagi perusahaan gabungan, tanpa menenggelamkan identitas Paramount dan Warner Bros yang sudah ikonik. Skydance merupakan nama perusahaan produksi yang ia dirikan pada 2006.
Alasan di Balik Nama Skydance
Dalam memo yang diperoleh Variety, Ellison menjelaskan bahwa nama Skydance memiliki makna personal baginya. Ia mengambil inspirasi dari kecintaannya pada dunia penerbangan, di mana "skydancing" adalah istilah lain untuk aerobatik. Unsur kosmos dalam nama itu melambangkan potensi tanpa batas dan storytelling berkanvas besar.
"Kami memilih nama ini karena beberapa alasan penting. Pertama dan terpenting, saat kami menyatukan Paramount dan Warner Bros, kami ingin mempertahankan apa yang membuat masing-masing studio ini ikonik," tulis Ellison.
Menurutnya, kedua studio memiliki identitas yang berbeda, warisan luar biasa, dan merek yang telah resonan dengan penonton selama generasi. Ia tidak ingin identitas korporat baru justru meredupkan atau menutupi salah satunya.
Perubahan Kepemimpinan
Merger ini juga membawa perubahan pada jajaran kepemimpinan. Variety melaporkan bahwa kepala Warner Bros Motion Picture Group, Pamela Abdy dan Michael De Luca, dipastikan keluar. Keputusan itu mengejutkan keduanya, meski seorang sumber menyebut jika mereka terkejut, "merekalah satu-satunya yang terkejut".
Kepala Paramount Pictures, Dana Goldberg dan Josh Greenstein, akan dipromosikan ke posisi kreatif yang lebih luas. Mereka akan mengawasi para kepala label film di kedua perusahaan. Dengan mundurnya kepala streaming Paramount+, Cindy Holland, Casey Bloys disebut sebagai calon penguasa kanal streaming di Skydance, meski perusahaan belum meresmikan posisi itu.
Ellison juga baru saja menunjuk mantan CEO Mattel, Ynon Kriez, sebagai co-CEO di perusahaan gabungan. Langkah itu dinilai strategis mengingat Mattel adalah pemilik waralaba Barbie.
Barbie 2 dan Masa Depan DC Studios
Sejumlah sumber menyebut roda sudah mulai berputar untuk mengunci sekuel film "Barbie" garapan Greta Gerwig. Sebelumnya, proyek itu disebut sempat mandek karena persoalan biaya. Namun, dengan masuknya Kriez dan minat Ellison pada waralaba besar, peluang sekuel itu kembali terbuka.
"Tidak mungkin 'Barbie 2' tidak terjadi," kata seorang sumber, seperti dikutip Variety.
Di sisi lain, Deadline melaporkan bahwa James Gunn dan Peter Safran akan tetap memimpin DC Studios setelah merger. Keduanya disebut telah bertemu dengan Ellison dan pembicaraan berjalan baik. Gunn saat ini sedang menggarap sekuel Superman berjudul "Man of Tomorrow" yang dijadwalkan rilis 9 Juli 2027.
DC Studios juga tengah memproduksi "Clayface" yang akan rilis 23 Oktober, serta "The Batman Part II" garapan Matt Reeves yang dijadwalkan tayang 18 Februari 2028. Serial "Lanterns" di HBO Max disebut menjadi salah satu judul teratas platform itu, dengan lebih dari 20 juta penonton global sejak tayang perdana 16 Agustus.
Jadwal Merger
Merger diperkirakan mulai berlaku pada Selasa (6/10/2026). Menurut CNN Business, Ellison kemungkinan mengumumkan tim kepemimpinan perusahaan gabungan pada Senin (5/10/2026). Ia akan memimpin town hall dan menggelar pertemuan di Los Angeles serta New York pekan depan.
Dengan merger ini, Paramount tidak hanya memperkuat pustaka filmnya yang sudah mencakup Star Trek, Teenage Mutant Ninja Turtles, dan Mission: Impossible. Ia juga mendapatkan DC sebagai waralaba besar yang melengkapi portofolio hiburan mereka.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.