Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Ini 7 Pelanggaran yang Jadi Sasaran Polisi
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAWA BARAT, BERITANOW.COM – Kepolisian Daerah Jawa Barat mulai melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2026 pada Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 8 November 2026 tersebut digelar selama 14 hari untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Wakapolda Jawa Barat Brigjen Rachmad Iswan Nusi menyampaikan bahwa sekitar 2.000 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi. Keterlibatan personel tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Operasi Patuh Lodaya tahun ini tidak hanya mengutamakan penindakan terhadap pelanggar. Kepolisian juga menerapkan langkah edukasi dan pencegahan melalui sosialisasi yang mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas turut memanfaatkan teknologi penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, teguran dapat diberikan kepada pengguna jalan yang ditemukan melakukan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7 Pelanggaran Sasaran Operasi Patuh Lodaya 2026
Masyarakat perlu memahami jenis pelanggaran yang menjadi perhatian selama berlangsungnya Operasi Patuh Lodaya 2026. Dengan mengetahui sasaran operasi, pengendara diharapkan lebih disiplin dan dapat menghindari tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Berikut tujuh jenis pelanggaran yang menjadi sasaran perhatian petugas:
- Tidak menggunakan helm berstandar SNI. Pengendara sepeda motor diwajibkan memakai helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk memberikan perlindungan saat berkendara.
- Tidak mengenakan sabuk keselamatan. Pengemudi dan penumpang kendaraan yang diwajibkan menggunakan sabuk keselamatan harus mematuhi ketentuan tersebut selama perjalanan.
- Menggunakan ponsel ketika berkendara. Aktivitas menggunakan telepon seluler dapat mengalihkan konsentrasi pengemudi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
- Melanggar arus lalu lintas. Berkendara melawan arah berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan memicu tabrakan.
- Mengendarai kendaraan di bawah umur. Penggunaan kendaraan bermotor oleh orang yang belum memenuhi persyaratan usia dan ketentuan hukum menjadi salah satu perhatian dalam operasi.
- Memakai knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Penggunaan knalpot yang tidak memenuhi ketentuan kendaraan dapat menjadi sasaran pemeriksaan petugas.
- Berkendara dalam pengaruh alkohol. Mengemudi setelah mengonsumsi alkohol dapat mengganggu konsentrasi, refleks, serta kemampuan mengambil keputusan di jalan.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kelengkapan kendaraan dan memastikan seluruh persyaratan berkendara telah dipenuhi sebelum melakukan perjalanan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar upaya menghindari sanksi, melainkan bagian penting dari perlindungan keselamatan bersama.
Wakapolda Jabar Tekankan Lima Hal kepada Personel
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, Rachmad Iswan Nusi juga memberikan lima arahan kepada personel yang bertugas. Arahan tersebut mencakup prioritas keselamatan, cara berinteraksi dengan masyarakat, pelaksanaan penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, serta pengawasan kegiatan operasi.
Pertama, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan petugas di lapangan. Kedua, pendekatan edukatif dan humanis perlu dikedepankan agar masyarakat memahami pentingnya menaati peraturan lalu lintas.
Ketiga, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, adil, dan bertanggung jawab. Keempat, koordinasi serta kerja sama dengan berbagai instansi perlu diperkuat untuk mendukung kelancaran operasi.
Kelima, pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas harus dilakukan secara berjenjang agar seluruh kegiatan berjalan sesuai arahan dan ketentuan yang berlaku.
Rachmad menegaskan bahwa kelima arahan tersebut perlu dijalankan secara konsisten dengan menjunjung profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab. Seluruh personel juga diminta menjaga kekompakan dan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal.
Keberhasilan Operasi Tidak Hanya Diukur dari Penindakan
Menurut penekanan yang disampaikan Wakapolda Jawa Barat, keberhasilan operasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pelanggar yang dikenai tindakan. Perubahan perilaku masyarakat dan peningkatan kesadaran dalam berlalu lintas juga menjadi bagian penting dari hasil yang diharapkan.
Penurunan jumlah pelanggaran, berkurangnya kecelakaan, serta menurunnya tingkat keparahan korban menjadi indikator yang perlu diperhatikan. Karena itu, edukasi dan upaya pencegahan tetap memiliki peran penting selama operasi berlangsung.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu, menjaga konsentrasi, dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Pengendara juga disarankan memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, membawa dokumen yang diwajibkan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dengan kepatuhan bersama, pelaksanaan operasi diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya berlalu lintas yang lebih aman dan bertanggung jawab di wilayah Jawa Barat. (*)