Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Hukum

Operasi Patuh 2026, Mau Cepat Malah Dicegat Polisi

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Operasi Patuh 2026, Mau Cepat Malah Dicegat Polisi
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaNow.com — Bagi pengendara yang gemar mencari jalan pintas dengan melawan arus, kebiasaan tersebut kini menjadi perhatian khusus polisi. Melalui Operasi Patuh 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meningkatkan pengawasan terhadap pengendara yang nekat mengambil jalur berlawanan. Alih-alih cepat sampai tujuan, pengendara justru berisiko berhadapan dengan petugas, bahkan mengalami kecelakaan yang membahayakan nyawa.

Operasi Patuh 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Korlantas mengarahkan personel ke lokasi yang sering menjadi tempat pelanggaran serta kawasan dengan risiko kecelakaan tinggi. Kepala Korlantas Polri, Brigjen Pol. Aries Syahbudin, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama operasi tersebut.

Langkah ini menyasar kebiasaan yang mungkin terlihat sepele, tetapi mempunyai risiko besar. Pengendara yang memilih melawan arus biasanya ingin menghindari perjalanan memutar, kemacetan, atau putaran balik yang jauh. Namun, penghematan beberapa menit dapat berubah menjadi persoalan serius ketika kendaraan berhadapan langsung dengan arus lalu lintas dari arah sebaliknya.

Mau Hemat Waktu, Malah Bertaruh Nyawa
Di jalanan perkotaan, godaan mengambil jalur berlawanan terkadang muncul ketika tujuan sudah terlihat dekat. Memutar kendaraan melalui jalur resmi terasa lebih jauh, sedangkan melawan arus seolah menawarkan jalan keluar instan. Ironinya, jalan pintas tersebut justru dapat membuat perjalanan berakhir lebih lama apabila terjadi kecelakaan atau penindakan.

Aries mengingatkan bahwa pengendara yang melawan arus bukan hanya membahayakan dirinya sendiri. Kendaraan dari arah yang benar dapat terkejut menghadapi kendaraan yang tiba-tiba muncul berlawanan arah. Pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya juga berpotensi terkena dampak dari manuver berbahaya tersebut.

Ada sisi kemanusiaan yang sering terlupakan dalam persoalan ini. Di balik setiap pengendara terdapat keluarga, pekerjaan, dan orang-orang yang menunggu kepulangannya. Karena itu, beberapa menit perjalanan yang berhasil dihemat tidak sebanding dengan kemungkinan kehilangan nyawa atau menyebabkan orang lain terluka.

Polisi Siaga di Titik Rawan Pelanggaran
Korlantas memprioritaskan pengawasan pada kawasan yang disebut black spot dan trouble spot. Black spot merujuk pada lokasi dengan kerawanan kecelakaan, sedangkan trouble spot berkaitan dengan lokasi yang sering mengalami persoalan atau pelanggaran lalu lintas. Penempatan personel di kawasan tersebut diharapkan mampu mencegah risiko sebelum kecelakaan terjadi.

Penertiban melawan arus bukan satu-satunya perhatian polisi selama Operasi Patuh 2026. Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya di wilayah Polda Metro Jaya, sasaran lain mencakup penggunaan helm, sabuk pengaman, telepon seluler saat berkendara, pelanggaran lampu lalu lintas, dan batas kecepatan. Pengawasan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik pelanggaran dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Meski demikian, Korlantas menekankan bahwa operasi tidak semata-mata bertujuan memperbanyak jumlah tilang. Petugas diminta mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan operasi diharapkan terlihat dari berkurangnya perilaku berbahaya, bukan sekadar bertambahnya jumlah pengendara yang ditindak.

Jangan Sampai Tertib Hanya karena Ada Polisi
Ada kebiasaan menarik yang sering menjadi bahan percakapan tentang lalu lintas: sebagian pengendara baru benar-benar memperhatikan aturan ketika melihat petugas berjaga. Namun, disiplin yang bergantung pada keberadaan polisi tidak menjamin keselamatan setelah pengawasan berakhir. Korlantas ingin kepatuhan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan tindakan sementara selama operasi berlangsung.

Di sisi lain, polisi juga mendapat pengingat agar menjalankan tugas secara profesional. Aries menegaskan tidak boleh ada transaksi ilegal dalam penegakan aturan di jalan dan meminta masyarakat melaporkan penyimpangan melalui layanan 110. Korlantas juga menginstruksikan personel bersikap santun dan tidak arogan ketika berhadapan dengan pengendara.

Operasi Patuh 2026 menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya urusan polisi dan pengendara yang melanggar. Setiap pengguna jalan mempunyai kepentingan yang sama untuk tiba di tujuan tanpa mengalami kecelakaan. Jadi, daripada mengambil jalan pintas yang berisiko, lebih baik sedikit memutar dan tetap sampai rumah dengan selamat.(*)

Komentar (0)