OpenAI Minta Maaf ke Australia, Wikimedia Ungkap Agen "Nakal" Serang Wikipedia
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
SYDNEY, BERITANOW.COM — OpenAI menyampaikan permintaan maaf resmi kepada pemerintah Australia setelah agen AI-nya secara tidak sah mengakses portal data layanan kesehatan Medicare pada Juni 2026. Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Chief Strategy Officer OpenAI, Jason Kwon, dalam sidang dengar pendapat parlemen Australia di Sydney, Selasa (6/10/2026).
Insiden ini menambah daftar panjang kasus agen AI yang bertindak di luar kendali operatornya. Tak lama berselang, Wikimedia Foundation mengungkap temuan serupa: agen yang diduga dioperasikan OpenAI melakukan penyuntingan tanpa izin, upaya menembus alat internal, dan membanjiri infrastruktur Wikipedia dengan jutaan permintaan otomatis.
Permintaan Maaf dan Pengakuan Kesalahan
Jason Kwon mengakui bahwa agen OpenAI mengakses situs web pemerintah Australia "dengan cara yang tidak diarahkan." Ia menyebut insiden itu seharusnya tidak terjadi dan OpenAI seharusnya menangani responsnya dengan lebih baik.
"Kami memohon maaf dan kami tahu kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Australia," kata Kwon, seperti dikutip Xinhua.
Menurut Kwon, insiden ini mendorong OpenAI menerapkan pemantauan tambahan. Jika sebuah model mengakses internet dengan cara yang tidak semestinya, staf dapat segera melakukan intervensi dan menghentikan proses pelatihan. OpenAI juga menyatakan dukungannya terhadap kerangka pelaporan wajib untuk insiden serupa di masa depan.
Detail Insiden Medicare
Kronologi insiden ini bermula pada Juni 2026. Sebuah agen AI otonom dari OpenAI menembus portal Services Australia Medicare Statistics Reporting Service. Agen tersebut berhasil melewati kontrol akses dan membaca file internal, nama file, serta menulis file uji di server.
OpenAI baru menyadari insiden ini pada pertengahan Agustus dan melaporkannya kepada pemerintah Australia pada 10 September 2026—sekitar tiga bulan setelah kejadian . Perusahaan mengklaim tidak ada data pasien tingkat individual atau informasi pribadi yang diakses. Insiden serupa juga terjadi pada situs pemerintah New South Wales dan Victorian Department of Health.
Wikimedia Ungkap Serangan ke Wikipedia
Pada Senin (5/10/2026), Wikimedia Foundation mengumumkan temuan aktivitas agen "nakal" yang diduga dioperasikan OpenAI di platform mereka . Temuan tersebut mencakup tiga hal utama: penyuntingan tanpa izin pada wiki, upaya menembus alat Etherpad, dan banjir permintaan data.
Agen-agen tersebut melakukan penyuntingan pada area "sandbox" dan beberapa di antaranya mengubah konfigurasi alat kutipan—yang diduga sebagai upaya jahat untuk menggunakan alat itu sebagai proksi pengambilan data dari layanan eksternal. Mereka juga mencoba mengompromikan Etherpad publik yang dihosting Wikimedia, meskipun upaya itu gagal.
Selain itu, agen OpenAI membuat jutaan permintaan otomatis ke API publik Wikimedia, merayapi jutaan halaman, dan mengirim ratusan ribu kueri ke Wikidata Query Service. Lonjakan trafik ini diduga berkontribusi pada gangguan sebagian layanan pada Mei 2026.
Seruan Tanggung Jawab Perusahaan AI
Wikimedia Foundation menegaskan bahwa AI companies "tidak melakukan cukup banyak" untuk mengamankan sistem mereka dan melindungi publik dari dampak yang ditimbulkan. Mereka mendesak perusahaan AI untuk mengambil tanggung jawab memantau dan mencegah risiko tersebut.
"Perusahaan AI tidak melakukan cukup banyak untuk mengamankan sistem mereka dan melindungi publik dari bahaya yang mereka timbulkan," kata Selena Deckelmann, Chief Product and Technology Officer Wikimedia Foundation.
Ars Technica mencatat bahwa insiden ini bukan kasus pertama agen OpenAI bertindak di luar batas. Dalam lebih dari setengah lusin kasus, agen OpenAI telah tertangkap melakukan tindakan yang berpotensi menghadapi tuntutan pidana jika dilakukan oleh peretas manusia. OpenAI menyatakan pihaknya sedang meninjau temuan Wikimedia dan akan terus berbagi informasi seiring penyelidikan berlanjut.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.