Rabu, 07 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Nobel Kimia 2026: Mengapa Molekul Kiri dan Kanan Begitu Penting?

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Nobel Kimia 2026: Mengapa Molekul Kiri dan Kanan Begitu Penting?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

STOCKHOLM, BERITANOW — Dua molekul dapat tersusun dari atom yang sama, terlihat hampir identik, tetapi menghasilkan efek berbeda ketika masuk ke tubuh manusia. Fenomena yang menyerupai tangan kiri dan kanan tersebut membawa Henri B. Kagan dan Kenso Soai meraih Nobel Kimia 2026, Rabu (7/10/2026). Keduanya dianugerahi penghargaan atas penemuan efek nonlinier dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris.

Royal Swedish Academy of Sciences menilai penelitian Kagan dan Soai membantu menjawab teka-teki kimia berusia lebih dari satu abad. Banyak molekul memiliki dua bentuk yang merupakan bayangan cermin satu sama lain, sifat yang dikenal sebagai kiralitas. Kehidupan, anehnya, cenderung memilih salah satu bentuk tersebut.

Kondisi itu disebut homokiralitas. Protein, misalnya, hampir seluruhnya dibangun menggunakan satu orientasi asam amino, sementara gula yang membentuk tulang punggung DNA dan RNA menggunakan orientasi tertentu pula. Pertanyaan besarnya selama bertahun-tahun adalah bagaimana alam dapat menghasilkan dominasi satu bentuk ketika reaksi kimia biasa cenderung menghasilkan kedua bentuk.

Sedikit Perbedaan Bisa Menjadi Sangat Besar
Kagan menemukan bagian penting jawabannya pada 1980-an. Ia menunjukkan bahwa ketidakseimbangan kecil antara dua bentuk sebuah katalis dapat diperbesar sehingga reaksi menghasilkan lebih banyak salah satu bentuk molekul. Perbedaan yang awalnya kecil dengan demikian tidak selalu berakhir kecil.

Soai membawa mekanisme tersebut lebih jauh melalui autokatalisis. Dalam reaksinya, produk yang telah terbentuk ikut bertindak sebagai katalis untuk menghasilkan lebih banyak molekul dengan orientasi serupa. Proses itu seperti sebuah pilihan awal yang kemudian memperkuat dirinya sendiri.

Pada 2003, Soai menunjukkan reaksi yang mampu menghasilkan hampir seluruhnya satu bentuk bayangan molekul. Eksperimen tersebut mendekati fenomena “satu tangan” yang ditemukan pada organisme hidup. Temuan Kagan dan Soai akhirnya membantu menjelaskan bagaimana ketidakseimbangan molekuler dapat muncul, diperbesar, lalu dipertahankan.

Mengapa Industri Obat Membutuhkannya?
Persoalan kiri dan kanan pada molekul bukan sekadar keingintahuan laboratorium. Tubuh manusia sendiri tersusun dari struktur biologis yang kiral sehingga dua versi sebuah molekul obat dapat berinteraksi secara berbeda dengan target di dalam tubuh. Salah satu bentuk dapat menghasilkan efek yang diinginkan, sedangkan pasangannya dapat bekerja lebih lemah atau berbeda.

Karena itu, kemampuan mengarahkan reaksi kimia agar menghasilkan bentuk tertentu memiliki nilai besar bagi industri farmasi. Produsen tidak sekadar membutuhkan molekul dengan rumus kimia yang benar, tetapi juga harus mengendalikan bagaimana atom-atomnya tersusun dalam ruang. Pengetahuan mengenai sintesis asimetris menjadi bagian penting dari kemampuan tersebut.

Di sinilah Nobel Kimia 2026 menunjukkan hubungan panjang antara ilmu dasar dan teknologi. Kagan tidak sedang membuat satu obat tertentu ketika menemukan efek nonlinier, begitu pula eksperimen Soai tidak langsung menghasilkan produk farmasi. Namun, pemahaman yang mereka bangun memberi ahli kimia perangkat konseptual untuk mengendalikan reaksi dengan presisi yang semakin tinggi.

Dari Teka-teki Menjadi Kemampuan Teknologi
Sebelum pengumuman Nobel, sejumlah bidang lain sempat disebut berpeluang mendapatkan penghargaan. Riset hormon pengatur nafsu makan GLP-1, teknologi penyuntingan gen, sel surya, hingga metode pengurutan DNA berada dalam spekulasi para pengamat. Komite Nobel akhirnya memilih penelitian yang berangkat dari pertanyaan mendasar tentang sifat molekul.

Pilihan tersebut memperlihatkan pola penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sebuah penemuan tidak harus segera menghasilkan produk agar mempunyai nilai besar, karena pengetahuan dasar dapat menjadi fondasi bagi kemampuan teknologi beberapa dekade kemudian. Kontrol terhadap molekul adalah salah satu contohnya.

Kagan dan Soai akan berbagi hadiah sebesar 12 juta krona Swedia. Namun, warisan yang lebih besar berada pada kemampuan yang lahir dari penelitian mereka: manusia semakin memahami bagaimana mengendalikan “tangan” sebuah molekul. Pada skala yang nyaris tak terlihat itulah, perbedaan antara kiri dan kanan ternyata dapat menentukan bagaimana sebuah zat berinteraksi dengan kehidupan.(*)

Komentar (0)