Nelayan Diserang Buaya di Polman, Rekan Selamatkan Korban Pakai Dayung
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
POLEWALI MANDAR, BERITANOW.COM – Seorang nelayan bernama Abd Jalil (49) mengalami serangan buaya ketika hendak menambatkan perahu di muara Sungai Mandar, Dusun Ga’de, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban berhasil terlepas dari gigitan reptil tersebut setelah rekannya melakukan upaya penyelamatan menggunakan dayung perahu.
Insiden nelayan diserang buaya di polman itu dilaporkan terjadi pada Rabu (28/10/2026), sekitar pukul 20.00 WITA. Saat kejadian, korban bersama rekannya, Mansur, baru kembali dari aktivitas melaut dan hendak merapatkan perahu ketinting ke tepian sungai.
Situasi di sekitar muara yang gelap membuat keberadaan buaya sulit diketahui. Ketika korban turun ke air untuk mengurus tali penambat perahu, predator tersebut tiba-tiba menyerang.
Kronologi Nelayan Diserang Buaya di Muara Sungai Mandar
Mansur menuturkan, kejadian bermula ketika mereka tiba di sekitar tepian muara. Korban kemudian turun ke sungai untuk mengambil sekaligus mengamankan tali yang digunakan menambatkan perahu.
Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menggigit Abd Jalil. Serangan mendadak tersebut membuat Mansur terkejut, terlebih kondisi sekitar sungai saat itu minim pencahayaan.
Mansur baru menyadari situasi berbahaya yang dialami rekannya setelah mendengar teriakan korban. Dalam waktu singkat, buaya tersebut sempat menarik tubuh korban hingga masuk ke dalam air.
Melihat rekannya berada dalam kondisi terancam, Mansur berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin. Ia mengambil dayung kayu yang berada di dekat perahu, kemudian menggunakannya untuk memukul tubuh buaya.
“Saat kepala buaya dan korban kembali terlihat di permukaan, saya langsung mengambil dayung dan memukul buaya itu sekuat tenaga sampai gigitannya terlepas,” demikian penuturan Mansur mengenai upaya penyelamatan tersebut.
Tindakan spontan itu membuat korban berhasil terlepas dari gigitan buaya. Meski demikian, serangan tersebut mengakibatkan Abd Jalil mengalami sejumlah luka robek pada beberapa bagian tubuh, termasuk lengan, pinggang, dan punggung.
Ukuran buaya yang menyerang korban disebut cukup besar. Namun, panjang tubuh reptil tersebut belum dapat dipastikan karena kejadian berlangsung pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Nelayan Tinambung Khawatir Beraktivitas di Muara
Peristiwa serangan buaya di Polman tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan yang beraktivitas di kawasan pesisir Tinambung.
Muara Sungai Mandar selama ini menjadi salah satu lokasi penting bagi nelayan untuk merapatkan dan menyandarkan perahu setelah kembali dari laut. Aktivitas tersebut membuat sebagian warga harus berinteraksi langsung dengan lingkungan sungai, termasuk ketika kondisi masih gelap.
Keberadaan buaya di sekitar lokasi aktivitas warga pun menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan nelayan yang hendak berangkat maupun pulang melaut.
Mansur berharap pemerintah daerah bersama instansi berwenang, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dapat menindaklanjuti kejadian tersebut dan mencari langkah penanganan yang tepat.
Menurutnya, nelayan membutuhkan solusi agar tetap dapat menjalankan pekerjaan sehari-hari tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan buaya.
Ia juga berharap ada upaya untuk meningkatkan keamanan di sekitar muara, mengingat kawasan tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Serangan terhadap Abd Jalil menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan ketika beraktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.
Nelayan yang harus menambatkan perahu pada malam hari menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika kondisi lingkungan kurang terang dan keberadaan hewan berbahaya sulit terdeteksi.
Warga berharap pihak terkait dapat melakukan penilaian terhadap situasi di muara Sungai Mandar serta memberikan informasi mengenai langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat.
Penanganan terhadap keberadaan buaya juga perlu mempertimbangkan keselamatan warga sekaligus prosedur konservasi satwa liar yang berlaku.
Dengan adanya tindak lanjut dari pihak berwenang, masyarakat berharap aktivitas nelayan di kawasan Tinambung dapat berlangsung lebih aman. (*)