Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — NASA sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk Bulan. Wahana penjelajah bernama PROMISE ini bukan rover baru yang dibangun dari nol, melainkan "saudara kembar" Curiosity dan Perseverance yang selama ini diparkir di Bumi sebagai unit uji rekayasa. Sekarang, unit cadangan itu akan dikirim ke Kutub Selatan Bulan pada akhir 2028.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh NASA melalui pernyataan resminya. Rover beroda enam ini akan menjadi bagian dari fase awal pembangunan Moon Base, sebuah pangkalan yang direncanakan menjadi tempat tinggal astronaut di Kutub Selatan Bulan. Jika semuanya berjalan lancar, PROMISE akan menjadi pengintai pertama yang memetakan medan paling ekstrem di satelit Bumi tersebut.
Dari Garasi JPL ke Kutub Bulan
PROMISE memiliki nama lengkap Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration. Ia dibangun oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California Selatan, memanfaatkan komponen penerbangan cadangan serta model uji teknik dari misi Curiosity dan Perseverance yang telah bertahun-tahun menjelajahi Mars .
Carlos García-Galán, manajer program Moon Base NASA, mengungkap asal-usul ide ini dengan jujur. Menurutnya, proyek ini lahir karena mereka melihat ada perangkat keras yang tersedia di garasi. Modifikasi tetap diperlukan agar rover mampu bertahan di permukaan Bulan, tetapi pendekatan ini dinilai jauh lebih hemat biaya dibandingkan memulai proyek teknologi baru dari awal .
Estimasi biaya keseluruhan proyek ini, termasuk layanan peluncuran, diproyeksikan di bawah 400 juta dolar AS. Angka ini terbilang efisien untuk standar misi antariksa, terutama karena sebagian besar komponen sudah ada dan pernah teruji di medan Mars.
Tenaga Nuklir untuk Bertahan di Kegelapan
Salah satu tantangan terbesar menjelajahi Kutub Selatan Bulan adalah malam yang panjang. Wilayah ini mengalami periode gelap total selama dua pekan dengan suhu yang bisa turun hingga minus 200 derajat Fahrenheit atau lebih dingin lagi. Di kondisi seperti itu, panel surya nyaris tidak berguna.
Untuk mengatasinya, PROMISE dilengkapi dengan Radioisotope Thermoelectric Generator (RTG). Ini adalah generator nuklir yang memanfaatkan panas dari peluruhan isotop plutonium untuk menghasilkan listrik. Menariknya, bahan bakar RTG yang digunakan dalam misi ini telah diproses sekitar 30 tahun lalu untuk misi Cassini, dan kini dimanfaatkan kembali untuk PROMISE .
Dengan sumber daya nuklir ini, rover dapat beroperasi tanpa henti, bahkan di dalam kawah yang selalu tertutup bayangan. Di tempat-tempat gelap itulah, para ilmuwan meyakini es air dan sumber daya berharga lainnya mungkin tersimpan. Jika benar, temuan ini bisa menjadi kunci untuk mendukung kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan .
Bor Satu Meter dan Misi 18 Bulan
PROMISE tidak datang dengan tangan kosong. Rover seukuran SUV ini membawa seperangkat instrumen sains yang mengesankan. Salah satu yang utama adalah bor bernama TRIDENT, yang dirancang untuk mengekstraksi regolit Bulan dari kedalaman hingga satu meter di bawah permukaan .
Sampel tanah yang diangkat kemudian akan dianalisis menggunakan spektrometer untuk mengetahui komposisi kimianya, termasuk apakah ada es di dalamnya. Selain itu, rover juga dilengkapi sensor suhu, sensor radiasi, dan kamera cahaya tampak. Misi utamanya dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan sejak pendaratan .
Yang menarik, beberapa instrumen di PROMISE merupakan duplikat dari instrumen yang dipasang pada VIPER, rover NASA lainnya yang juga menuju Kutub Selatan. Menurut Nicky Fox, Associate Administrator Direktorat Misi Sains NASA, kombinasi data dari kedua rover ini akan memberikan perbandingan yang kaya dari dua lokasi berbeda di wilayah kutub .
Blue Origin Jadi Kuda Pengangkut
Untuk sampai ke Bulan, NASA tidak mengerjakannya sendiri. Mereka telah menandatangani kontrak dasar senilai 94 juta dolar AS dengan Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos. Kontrak ini mencakup opsi tambahan hingga 140 juta dolar AS jika performa perusahaan memenuhi ekspektasi .
Blue Origin akan menggunakan lander Mark 1 untuk mengantar dan menurunkan PROMISE ke permukaan Bulan. Lander ini merupakan bagian dari armada yang sama yang juga akan membawa VIPER, sehingga ada semacam "paket hemat" dalam pengiriman kargo ke Kutub Selatan .
Mengapa Ini Penting?
Kutub Selatan Bulan telah menjadi magnet bagi negara-negara antariksa dalam beberapa tahun terakhir. Alasannya sederhana: di sana ada es. Es berarti air, dan air berarti kehidupan, bahan bakar, serta oksigen. Jika es benar-benar bisa diakses, impian membangun pangkalan permanen di Bulan bukan lagi sekadar fiksi ilmiah.
PROMISE adalah langkah awal yang pragmatis. Ia tidak akan membawa manusia ke Bulan, tetapi ia akan menjadi mata dan tangan yang memeriksa apakah tempat yang selama ini hanya terlihat sebagai kawah gelap di foto satelit benar-benar menyimpan harta yang dibutuhkan.
Dengan pendekatan hemat biaya dan teknologi yang sudah terbukti, NASA tampaknya ingin memastikan bahwa ketika astronaut benar-benar datang, mereka tidak datang ke tempat yang salah.(*)