Minggu, 04 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Mutasi Kapolda Metro Jaya Jadi Sorotan, Irjen Dadang Hartanto Dipercaya Pimpin Polda Metro

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Mutasi Kapolda Metro Jaya Jadi Sorotan, Irjen Dadang Hartanto Dipercaya Pimpin Polda Metro
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Mutasi Kapolda Metro Jaya menjadi salah satu perubahan penting dalam rangkaian rotasi jabatan di tubuh Polri setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Dadang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku. Penugasan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat baru yang memimpin wilayah kepolisian strategis di tingkat Polda.

Pergantian Kapolda Metro Jaya menjadi bagian dari mutasi yang mencakup puluhan perwira tinggi dan perwira menengah Polri. ANTARA melaporkan, telegram tersebut mencakup rotasi 88 pejabat Polri, termasuk pergantian 19 kepala kepolisian daerah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain perubahan di Polda Metro Jaya, rotasi juga terjadi di sejumlah kepolisian daerah lainnya. Irjen Pol. Suwondo Nainggolan ditugaskan sebagai Kapolda Maluku menggantikan Dadang, sementara sejumlah kapolda lainnya juga mendapat penugasan baru.

Di lingkungan Polda Metro Jaya sendiri, rotasi tidak hanya menyentuh posisi Kapolda. Sejumlah pejabat utama juga mengalami pergantian, termasuk Wakapolda, direktur reserse, serta beberapa kepala kepolisian resor kota.

Penugasan Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya sekaligus menandai perubahan kepemimpinan di wilayah hukum yang mencakup Jakarta dan kawasan penyangga sekitarnya. Serah terima jabatan selanjutnya menjadi tahapan penting dalam proses pergantian kepemimpinan tersebut. (*)

Komentar (0)