Kamis, 22 Oktober 2026
Breaking News
Teknologi

Muse Meta Tembus 10 Juta Unduhan, Bukan Sekadar Chatbot

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Muse Meta Tembus 10 Juta Unduhan, Bukan Sekadar Chatbot
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

MENLO PARK, BERITANOW.COM — Aplikasi kecerdasan buatan Muse Meta mencatat lebih dari 10 juta unduhan di Amerika Serikat hanya dalam 40 hari setelah diluncurkan pada 8 September 2026. Data perusahaan intelijen pasar Sensor Tower yang dikutip TechCrunch mencatat Muse telah diunduh sekitar 10,9 juta kali secara global, dengan 10,2 juta unduhan berasal dari AS. Pencapaian itu menempatkan Muse sebagai salah satu dari hanya 12 aplikasi yang pernah menembus 10 juta unduhan di AS dalam 40 hari pertama sejak Sensor Tower mulai melakukan pelacakan.

Pertumbuhan Muse juga terlihat dari jumlah pengguna aktif hariannya. Sensor Tower mencatat pengguna aktif harian aplikasi tersebut untuk pertama kalinya mencapai 2,5 juta pada 16 Oktober, naik sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Tingkat retensi pengguna setelah tujuh hari tercatat 30 persen dan setelah 14 hari sebesar 23 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata ChatGPT, Claude, dan Grok dalam pengukuran Sensor Tower.

Namun pertumbuhan cepat tersebut tidak sepenuhnya lahir secara organik. Meta memanfaatkan ekosistem aplikasinya yang memiliki miliaran pengguna sekaligus meningkatkan belanja iklan untuk mendorong Muse. Sensor Tower memperkirakan sekitar 39 persen belanja iklan Meta pada Oktober dialokasikan untuk memasarkan Muse, meningkat dari 23 persen pada September.

Yang Membedakan Muse dari Chatbot Biasa
Fitur utama yang membedakan Muse adalah kemampuannya bertindak sebagai agen AI, bukan hanya menjawab pertanyaan. Meta menjelaskan Muse dapat menjelajah web, mengisi formulir, memesan layanan, melakukan pembelian, membuat dokumen, menghasilkan gambar, hingga menjalankan pekerjaan bertahap atas nama pengguna. Setelah diberi tugas, Muse dapat menentukan alat yang diperlukan dan terus menjalankan pekerjaan itu di latar belakang meskipun aplikasi sudah ditutup. 

Kemampuan tersebut didukung Muse Secure VM, komputer virtual khusus yang memiliki peramban sendiri. Melalui sistem ini, Muse dapat membuka situs, menangani layanan pelanggan, atau mengerjakan tugas web tanpa pengguna harus terus mengawasi setiap langkah. Meta membedakan pendekatan ini dari chatbot tradisional yang umumnya berhenti setelah memberikan jawaban atau menghasilkan konten.

Muse juga dapat dihubungkan dengan layanan yang digunakan sehari-hari seperti email, kalender, Instagram, serta aplikasi lain melalui konektor. Percakapan dapat dilakukan melalui aplikasi Muse maupun WhatsApp, sementara versi Mac mampu bekerja dengan berkas, aplikasi, Messages, Calendar, Notes, dan tab peramban dengan izin pengguna. Tugas yang dimulai di satu perangkat juga dapat diteruskan melalui perangkat lain.

AI yang Bisa Terus Bekerja
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan bekerja secara persisten. Pengguna, misalnya, dapat meminta Muse memantau harga, membuat pengingat, melacak suatu kondisi, atau menyelesaikan rangkaian tugas dan kemudian menerima hasilnya ketika pekerjaan selesai. Kemampuan semacam ini menempatkan persaingan AI pada tahap baru, dari sekadar siapa yang memberikan jawaban terbaik menuju siapa yang mampu mengerjakan tugas nyata secara mandiri.

Namun semakin luas kewenangan sebuah agen AI, semakin besar pula kebutuhan terhadap kontrol pengguna. Meta menyatakan Muse dirancang meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan tertentu seperti mengirim pesan, melakukan pembelian, atau berbagi informasi dengan aplikasi terhubung. Pengguna juga dapat mengatur izin untuk setiap koneksi dan meninjau aktivitas yang dilakukan agen.

Isu tersebut penting karena agen AI membutuhkan akses lebih luas terhadap data dibandingkan chatbot biasa. Laporan AP dan The Verge baru-baru ini menyoroti risiko privasi ketika agen memperoleh akses ke informasi pribadi atau bertindak berdasarkan izin pengguna, meski Meta menyatakan sistemnya memiliki perlindungan keamanan dan kontrol perizinan. Artinya, kemudahan Muse datang bersama kebutuhan pengguna untuk memahami informasi dan akses apa saja yang diberikan kepada AI.

Persaingan AI Memasuki Era Agen
Angka unduhan Muse juga menonjol dibandingkan sejumlah aplikasi AI lain pada periode awal peluncuran. Sensor Tower memperkirakan ChatGPT memperoleh sekitar 3,7 juta unduhan di AS dalam 40 hari pertama, Grok sekitar 500.000, dan Claude sekitar 200.000. Namun secara global, ChatGPT justru mencatat sekitar 15 juta unduhan pada periode yang sama karena sejak awal tersedia di lebih banyak negara, sementara Muse saat ini masih terbatas di AS dan Kanada.

Itu berarti angka unduhan belum otomatis membuktikan Muse menjadi aplikasi AI paling dominan. Skala promosi Meta, distribusi melalui ekosistem Facebook, Instagram dan WhatsApp, serta cakupan geografis yang berbeda membuat perbandingan antarplatform perlu dibaca secara hati-hati. Indikator yang akan lebih menentukan adalah apakah pengguna terus memakai Muse setelah periode promosi awal berakhir.

Meski demikian, pencapaian 10 juta unduhan menunjukkan ketertarikan besar terhadap AI yang mampu melakukan pekerjaan, bukan hanya berbicara. Jika pola ini berlanjut, pertarungan berikutnya antara Meta, OpenAI, Google, Anthropic dan pemain lain kemungkinan semakin bergeser menuju personal AI agent. Pembeda utamanya bukan lagi hanya kecerdasan model, tetapi seberapa efektif AI dapat memahami tujuan pengguna, mengakses aplikasi yang diperlukan, dan menyelesaikan pekerjaan nyata dengan aman.(*)

Komentar (0)