Kamis, 01 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Muhammad Sarmuji, Dari Aktivis HMI hingga Menjadi Menteri Perindustrian

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Muhammad Sarmuji, Dari Aktivis HMI hingga Menjadi Menteri Perindustrian
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW COM – Muhammad Sarmuji memasuki babak baru dalam perjalanan politiknya. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pengangkatannya menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.

Namun, perjalanan Sarmuji menuju kursi menteri tidak berlangsung secara singkat. Sebelum masuk pemerintahan, ia telah melewati perjalanan panjang di dunia organisasi, parlemen, dan politik.

Lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974, Sarmuji menempuh pendidikan di Universitas Jember dengan mengambil bidang Manajemen. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia. Data riwayat hidup yang tercatat di MPR menunjukkan perjalanan pendidikannya berlangsung hingga tingkat pascasarjana.

Jejak organisasi Sarmuji bahkan telah terbentuk sejak menjadi mahasiswa. Ia pernah memimpin Koperasi Mahasiswa Universitas Jember dan kemudian menjadi Ketua Umum HMI Cabang Jember pada 1998–2000. Setelah itu, kiprahnya berlanjut di Pengurus Besar HMI.

Dari organisasi mahasiswa, Sarmuji kemudian masuk ke organisasi kepemudaan dan politik. Ia pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Ketua KNPI, Sekretaris Jenderal PP AMPG, hingga menduduki sejumlah posisi di Partai Golkar.

Karier politik elektoralnya berkembang ketika Sarmuji terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia tercatat menjadi anggota DPR pada periode 2014–2019, 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke posisi strategis di internal Partai Golkar. Sarmuji dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur dan selanjutnya menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024–2029. Sebelum masuk kabinet, ia juga dikenal sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu hal menarik dari penunjukan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Ia berpindah dari ruang legislasi dan kepartaian ke posisi eksekutif yang berhadapan langsung dengan agenda pengembangan sektor industri nasional.

Menariknya, beberapa jam sebelum pelantikan, Sarmuji masih belum menyebut secara terbuka posisi yang akan ditempatinya. Saat tiba di Istana Negara, ia hanya mengatakan mendapat informasi untuk membantu Presiden Prabowo di bidang perindustrian. Kepastian mengenai jabatan tersebut baru diperolehnya pada Kamis pagi.

Kini, pengalaman panjang Sarmuji di organisasi dan parlemen akan memasuki fase baru. Sebagai Menteri Perindustrian, ia mendapat tanggung jawab mengelola kebijakan pemerintah di sektor perindustrian sekaligus menerjemahkan agenda pembangunan industri ke dalam kebijakan eksekutif.

Perjalanan dari aktivis mahasiswa, organisasi kepemudaan, legislator tiga periode, hingga Sekjen Partai Golkar membuat profil Sarmuji memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pergantian menteri dalam reshuffle kabinet. (*)

Komentar (0)