Misteri Bungkusan Mirip Pocong di Magelang Terungkap, Hasil Forensik Pastikan Bukan Tulang Manusia
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
MAGELANG, BERITANOW.COM – Misteri penemuan puluhan bungkusan kain menyerupai pocong berukuran kecil di kawasan Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa tulang-tulang yang ditemukan di dalam bungkusan tersebut bukan berasal dari manusia, melainkan dari hewan berkaki empat.
Hasil pemeriksaan itu disampaikan oleh dokter forensik RSUD Tidar, dr. Arso Pranindyo Utomo, M.Biomed., Sp.FM, setelah meneliti tulang dan jaringan kulit yang ditemukan di lokasi pada Selasa (20/10/2026).
Temuan misteri pocong magelang tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang sebelumnya menduga bungkusan kain itu berisi tulang manusia. Bentuk bungkusan yang menyerupai pocong bayi sempat menimbulkan tanda tanya dan menjadi perhatian warga sekitar.
Dokter Forensik Temukan Perbedaan Anatomi Tulang
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Arso menemukan sejumlah bagian tulang dengan karakteristik yang tidak sesuai dengan struktur anatomi manusia. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah tulang rahang berukuran kecil dengan gigi tajam.
Selain itu, jumlah tulang kaki yang ditemukan juga tidak menunjukkan kesesuaian dengan susunan tulang pada tubuh manusia. Pemeriksaan terhadap tulang kering dan tulang paha turut memperkuat kesimpulan tersebut.
Arso menegaskan bahwa bentuk rahang yang diperiksa tidak memungkinkan untuk diidentifikasi sebagai bagian tubuh manusia.
“Ini sangat amat tidak mungkin adalah rahang milik manusia,” kata Arso saat menjelaskan hasil pemeriksaannya.
Tim pemeriksa juga menemukan jaringan kulit yang masih memiliki bulu cukup tebal. Karakteristik tersebut menjadi petunjuk tambahan bahwa material tulang dan jaringan yang ditemukan kemungkinan berasal dari hewan.
Meski demikian, pemeriksaan tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai jenis hewan yang menjadi sumber tulang-tulang itu.
Jenis Hewan Belum Dapat Dipastikan
Berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, Arso menyebut tulang tersebut berasal dari hewan berkaki empat. Ia memperkirakan hewan itu bisa saja termasuk jenis kucing atau anjing, tetapi belum dapat memastikan identitasnya secara spesifik.
“Untuk hewannya apa, saya mohon maaf tidak bisa memastikan,” ujarnya.
Dengan demikian, kesimpulan utama dari pemeriksaan forensik adalah bahwa tulang yang ditemukan bukan tulang manusia. Sementara itu, identifikasi lebih lanjut mengenai spesies hewan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi pemeriksaan yang disampaikan tersebut.
Penjelasan ini penting untuk meluruskan berbagai dugaan yang sempat berkembang setelah foto dan informasi mengenai bungkusan kain tersebut menyebar di masyarakat.
Polisi Jelaskan Asal Material Tulang di Canguk
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi menjelaskan bahwa tulang-tulang tersebut ditemukan di antara material tanah uruk yang dibuang di kawasan Canguk.
Lokasi penemuan berada di area pembuangan material tanah uruk yang terletak di halaman sebuah masjid. Sebelumnya, keberadaan puluhan bungkusan kain dengan bentuk menyerupai pocong kecil membuat warga merasa khawatir dan mempertanyakan isi di dalamnya.
Setelah hasil pemeriksaan disampaikan, polisi menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi tulang manusia berdasarkan pemeriksaan tersebut.
“Jadi tidak ada satu pun indikasi tulang manusia. Adapun sumbernya dari tanah urukan yang dibuang di Canguk. Tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Dikri.
Polisi juga menyampaikan rencana untuk menguburkan tulang-tulang tersebut agar keberadaannya tidak kembali memicu keresahan di lingkungan sekitar.
Penemuan Sempat Membuat Warga Khawatir
Sebelum hasil pemeriksaan forensik diketahui, penemuan puluhan bungkusan kain di kawasan Canguk sempat memunculkan berbagai pertanyaan. Bentuknya yang menyerupai pocong bayi membuat warga khawatir mengenai kemungkinan adanya tulang manusia di dalamnya.
Lokasi penemuan yang berada di area pembuangan tanah uruk di halaman masjid turut menarik perhatian masyarakat. Namun, hasil pemeriksaan dokter forensik kemudian memberikan penjelasan mengenai asal material yang ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa temuan yang belum diketahui asal-usulnya perlu diperiksa oleh pihak berwenang sebelum disimpulkan atau disebarkan dengan berbagai dugaan.
Berdasarkan keterangan dokter forensik dan kepolisian, tulang-tulang dalam bungkusan tersebut bukan berasal dari manusia, melainkan dari hewan berkaki empat. Adapun jenis hewan serta asal-usul material tersebut secara lebih terperinci belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia. (*)