Jumat, 25 September 2026
Breaking News
Teknologi

Meta Rilis Kacamata VR Rp21 Juta, Dianggap Lebih Ringan dari Vision Pro Apple

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Meta Rilis Kacamata VR Rp21 Juta, Dianggap Lebih Ringan dari Vision Pro Apple
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Meta memperkenalkan tiga kacamata sekaligus dalam ajang Meta Connect, Rabu (23/9/2026), dengan Meta VR Glasses seharga US$1.299 (sekitar Rp21,7 juta) sebagai sorotan utama. CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan perangkat ini bersama dua kacamata pintar lain: Ray-Ban Meta Audio tanpa kamera seharga US$349, dan Ray-Ban Meta generasi ketiga berkamera seharga US$449. Meta VR Glasses baru akan dijual musim semi 2027.

Bagian yang dikenakan di kepala pada perangkat ini disebut hanya seberat sekitar 100 gram, jauh lebih ringan dibanding pesaingnya. Beratnya dipangkas dengan memindahkan komponen komputasi, baterai, dan penyimpanan ke dalam kotak terpisah yang dikantongi pengguna dan terhubung lewat kabel optik, cara kerja yang mirip dengan "puck" pada Apple Vision Pro dan Samsung Galaxy XR, meski di perangkat Meta kotak itu juga menampung seluruh unit pemrosesannya.

Reporter TechRadar yang sempat mencoba perangkat ini selama 30 menit menyebutnya paling nyaman dipakai dibanding headset VR mana pun yang pernah ia jajal, dan menilai ini akan menggerus pasar Vision Pro. Penilaian itu perlu dilihat sebagai kesan awal seorang jurnalis dalam sesi demo singkat, bukan pengujian jangka panjang.

Meta VR Glasses memakai layar micro-OLED 5K dengan resolusi 37 piksel per derajat, jauh di atas 25 piksel per derajat milik Meta Quest 3 dan setara perkiraan kemampuan Vision Pro serta Galaxy XR. Perangkat ini diklaim sebagai headset VR pertama yang bersertifikasi IMAX Enhanced. 

Meta juga menggandeng Disney+ untuk menghadirkan film seperti Avengers dan Black Panther, serta tengah menjajaki kerja sama dengan Prime Video dan YouTube. Untuk kebutuhan kerja, layar virtual bisa diperluas hingga tiga monitor sekaligus dari satu laptop, dan permukaan datar apa pun bisa disulap menjadi papan ketik virtual.

Sementara itu Ray-Ban Meta Audio sengaja dirilis tanpa kamera, membuatnya tampak seperti kacamata biasa dan menawarkan daya tahan baterai hingga 12 jam. Langkah ini muncul di tengah tekanan publik atas kacamata berkamera Meta sebelumnya, yang sempat memicu larangan pemakaian di sejumlah gedung pengadilan Amerika Serikat, sorotan media atas isu privasi di Inggris, serta rencana pembatasan di ruang publik Australia. Lampu indikator perekaman pada model berkamera juga pernah dilaporkan bisa dimatikan paksa oleh penggunanya.

Menurut data IDC, Meta menguasai 68,7 persen pengiriman kacamata pintar dunia pada kuartal kedua 2026. Dominasi itu akan segera diuji saat Samsung dan Google merilis kacamata berbasis Android XR musim gugur ini dengan desain dari Warby Parker dan Gentle Monster, Snap sudah memasarkan Specs AR seharga US$2.195, dan Apple dikabarkan tengah menyiapkan kacamatanya sendiri untuk akhir 2027.

Spesifikasi resmi Meta VR Glasses (RAM dan chipset belum diumumkan Meta), harga dan ketersediaannya di luar AS, serta respons regulator terhadap tiga kacamata baru ini di negara yang sudah membatasi perangkat berkamera.(*)

Sumber: Yahoo Finance, TechRadar.

Komentar (0)