Selasa, 29 September 2026
Breaking News
Nasional

Menag Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama IAMI

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Menag Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama IAMI
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar terpilih sebagai Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Keputusan ini diambil setelah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menyepakati pembentukan organisasi tersebut dalam forum yang berlangsung di Jakarta.

Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyampaikan rasa tidak pantas atas kepercayaan yang diberikan. Ia berjanji akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan siap mengabdikan diri demi kemaslahatan umat.

Pembentukan IAMI dan Jakarta Understanding
IGIC 2026 dihadiri oleh 70 delegasi dari 45 negara, sementara laporan lain menyebutkan 46 negara turut serta dalam forum tersebut. Konferensi ini menghasilkan kesepakatan pembentukan IAMI, organisasi internasional yang menempatkan masjid sebagai pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan perdamaian. Forum itu juga menghasilkan dokumen yang disebut Jakarta Understanding.

Terpilihnya Nasaruddin Umar disambut oleh para imam besar, mufti, dan delegasi negara yang hadir. Menurut penilaian forum, ia merepresentasikan pengalaman panjang Indonesia dalam merawat kerukunan, menggemakan dialog antaragama, serta menyebarkan nilai-nilai perdamaian.

"Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu," ujar Nasaruddin, seperti dikutip ANTARA News.

Masjid Harus Berdayakan Umat
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menegaskan bahwa masjid harus kembali memainkan peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang yang memberdayakan umat dan menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan.

"Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjid-lah yang harus memberdayakan umat," kata Nasaruddin.

Ia merujuk pada fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah. Masjid juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga ruang untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

"Masjid itu bukan hanya tempat, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat negara, sekretariat memberdayakan imam, masjid juga baitul mal, pada zamannya," ujarnya.

Tantangan Global Para Imam
Pembentukan IAMI disebut sebagai respons atas banyaknya masukan dari berbagai imam, mufti, dan delegasi dalam forum IGIC 2026. Para imam dinilai tengah menghadapi tantangan yang masif, termasuk intoleransi beragama, fragmentasi sosial, tantangan lingkungan, isu kepemudaan, kemiskinan, misinformasi, krisis kemanusiaan, serta kebutuhan akan dialog antaragama dan internasional yang konstruktif.

Forum internasional ini juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta dampaknya bagi kehidupan umat di era modern. Isu penguatan kerukunan umat beragama, kepedulian terhadap lingkungan, dan dunia pendidikan menjadi fokus utama pembahasan.

Visi IAMI adalah menjadi platform global terkemuka yang menyatukan para imam dalam mempromosikan komunitas yang harmonis, kepemimpinan keagamaan yang bertanggung jawab, martabat manusia, dan perdamaian abadi.

Sekretariat Permanen di Jakarta
IAMI berkedudukan di Jakarta sebagai sekretariat permanen dan pusat administrasi. Sementara itu, kantor wilayah IAMI berada di Kuala Lumpur untuk Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk Australia dan Pasifik.

Kepemimpinan Nasaruddin Umar dalam forum ini dinilai memperkokoh posisi Indonesia di mata internasional. Indonesia kian diakui sebagai salah satu negara pelopor yang aktif mendorong nilai-nilai keagamaan sebagai mesin penggerak perdamaian, kemanusiaan, dan kerja sama lintas negara.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)