Mario Aji Start P12 di Australia, Perjuangan Menuju Elite Moto2
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PHILLIP ISLAND, BERITANOW.COM — Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji mengamankan posisi start ke-12 pada Grand Prix Moto2 Australia 2026 setelah tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut mencatatkan waktu 1 menit 30,418 detik, hanya terpaut 0,296 detik dari Manuel Gonzalez yang merebut pole position. Hasil tersebut menjadi modal bagi Mario untuk memperbaiki posisinya dalam balapan utama yang dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026).
Mario berhasil langsung mengikuti sesi kualifikasi kedua atau Q2 setelah mencatatkan hasil yang memadai pada sesi Practice Jumat. Dalam Q2, pembalap berusia 22 tahun itu sempat menempati posisi ke-11 sebelum persaingan catatan waktu semakin ketat. Upayanya memperbaiki waktu juga terganggu setelah ia terjatuh di tikungan keempat, tetapi hasil putaran terbaiknya tetap menempatkan Mario pada baris keempat posisi start.
Manuel Gonzalez dari LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP menjadi pembalap tercepat dengan waktu 1 menit 30,122 detik. Barry Baltus menyusul di posisi kedua dengan 1 menit 30,228 detik, sementara Filip Salac menempati urutan ketiga dengan 1 menit 30,237 detik. Selisih yang rapat di antara para pembalap memperlihatkan ketatnya persaingan Moto2 Australia, termasuk bagi Mario yang hanya terpaut kurang dari tiga persepuluh detik dari pemegang pole position.
Dari Magetan Menembus Kejuaraan Dunia
Mario Suryo Aji merupakan pembalap kelahiran 16 Maret 2004 yang berasal dari Magetan, Jawa Timur. Perjalanannya dalam olahraga balap dimulai pada usia sepuluh tahun ketika sang ayah memperkenalkannya pada motocross. Ketertarikan tersebut kemudian membawanya beralih ke balap jalan raya dan mengikuti berbagai kompetisi pembinaan pembalap muda di tingkat Asia.
Tahun 2018 menjadi salah satu tonggak penting ketika Mario mengikuti Idemitsu Asia Talent Cup. Ia berhasil mengoleksi empat podium, termasuk satu kemenangan, dan mengakhiri musim di peringkat kelima klasemen keseluruhan. Pada tahun yang sama, Mario juga berkompetisi di Asia Road Racing Championship kelas AP250 dan menyelesaikan musim pada posisi keenam.
Perjalanannya berlanjut melalui Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM CEV Moto3 Junior World Championship. Pengalaman menghadapi pembalap internasional membuka jalan baginya untuk bergabung sebagai pembalap penuh Honda Team Asia di Moto3 pada 2022. Pada musim debut tersebut, Mario mencuri perhatian ketika mengamankan posisi start ketiga di Grand Prix Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan awalnya di kejuaraan dunia.
Tiga Musim di Moto2, Adaptasi Masih Berlangsung
Setelah dua musim menjalani persaingan Moto3, Mario naik ke kelas Moto2 pada 2024 bersama Honda Team Asia. Perpindahan tersebut menuntut penyesuaian terhadap karakter sepeda motor, kekuatan pengereman, dan pengelolaan ban yang berbeda dari kelas sebelumnya. Pada musim pertamanya, Mario mengumpulkan empat poin dengan hasil finis terbaik di posisi ke-15.
Perkembangan berikutnya terlihat pada Grand Prix Amerika 2025 ketika Mario berhasil menyelesaikan balapan di posisi kesembilan. Honda Racing mencatat hasil tersebut sebagai pencapaian terbaik pembalap Indonesia di kelas Moto2 hingga saat itu. Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuannya bersaing di kelompok sepuluh besar ketika kondisi dan performa balapan mendukung.
Meski demikian, konsistensi masih menjadi tantangan pada musim 2026. Berdasarkan laporan Antara menjelang Moto2 Australia, Mario berada di peringkat ke-27 klasemen sementara dengan tiga poin hingga seri ke-18. Kondisi tersebut membuat setiap kesempatan menambah poin menjadi penting untuk memperbaiki pencapaiannya sepanjang musim.
Start P12 Buka Peluang Perebutan Poin
Posisi start ke-12 menempatkan Mario di belakang rekan setimnya, Taiyo Furusato, yang mengakhiri kualifikasi pada urutan ke-11. Furusato membukukan waktu 1 menit 30,344 detik, hanya 0,074 detik lebih cepat dibandingkan Mario. Kedekatan catatan waktu kedua pembalap menunjukkan bahwa persaingan internal Idemitsu Honda Team Asia juga berlangsung ketat pada akhir pekan ini.
Dalam sistem poin Moto2, pembalap yang menyelesaikan balapan di 15 posisi teratas berhak memperoleh angka kejuaraan. Artinya, Mario memiliki peluang meraih poin apabila mampu mempertahankan atau memperbaiki posisi saat balapan, tanpa terkena insiden maupun masalah teknis. Namun, hasil kualifikasi belum menjamin hasil balapan karena konsistensi kecepatan, kondisi ban, dan kemampuan menghadapi persaingan sepanjang lomba tetap menentukan.
Balapan Moto2 Australia dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 08.15 WIB dengan jarak 23 putaran. Bagi Mario, tantangannya bukan semata mempertahankan posisi ke-12, melainkan memanfaatkan kedekatan catatan waktu dengan pembalap di depannya untuk bersaing memperebutkan poin. Hasil di Phillip Island akan menjadi bagian dari penilaian perkembangan pembalap Indonesia tersebut dalam musim ketiganya di kelas Moto2.(*)