Minggu, 04 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Marinir AS Ditahan atas Dugaan Pembunuhan Warga Jepang di Okinawa

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Marinir AS Ditahan atas Dugaan Pembunuhan Warga Jepang di Okinawa
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

OKINAWA, BERITANOW.COM — Seorang anggota militer Amerika Serikat ditahan pihak berwenang Jepang atas dugaan pembunuhan seorang warga negara Jepang di Pulau Okinawa. Insiden ini memicu kemarahan pemerintah Jepang dan menambah ketegangan yang sudah lama menyelimuti keberadaan pangkalan militer AS di wilayah tersebut.

Tersangka adalah Lance Cpl. Devin Jacob Ballard, 20 tahun, yang bertugas di Stasiun Udara Futenma, Okinawa. Ia diduga membunuh Anna Yagi, 39 tahun, di sebuah hotel di Naha, ibu kota Prefektur Okinawa, pada Sabtu (3/10/2026). Polisi menyatakan Ballard membantah tuduhan tersebut.

Kronologi Penangkapan
Menurut keterangan polisi setempat kepada Reuters, Ballard diduga membunuh Yagi di sebuah hotel di Naha dan mengambil dompet serta tas punggung korban. Penangkapan dilakukan pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Kedutaan Besar AS di Tokyo menyatakan investigasi sedang berlangsung untuk menentukan fakta perkara. "Amerika Serikat sedang berkomunikasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dan otoritas setempat," kata kedutaan dalam unggahan di X, seperti dikutip NBC News.

Kemarahan Pemerintah Jepang
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut insiden ini sebagai dugaan perampokan dan pembunuhan. Ia menyatakan pemerintah Jepang telah menyampaikan protes keras kepada pihak AS.

"Terjadinya insiden yang sangat brutal dan keji ini merupakan hal yang sangat kami sesalkan, dan sebagai Pemerintah Jepang, kami telah menyampaikan protes keras kepada pihak AS," kata Takaichi di media sosial.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan "sangat marah atas kejahatan yang sangat brutal dan keji yang dilakukan oleh seorang Marinir AS." Kementerian itu menuntut disiplin yang lebih ketat dan langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Respons Pihak AS
III Marine Expeditionary Force, kekuatan tempur Korps Marinir AS yang bermarkas di Okinawa, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan otoritas Jepang. Menurut pernyataannya, Korps Marinir menanggapi tuduhan tindakan kriminal serius itu dengan sangat serius dan berharap setiap anggota mematuhi standar perilaku tertinggi.

"Marinir tersebut berada dalam tahanan otoritas setempat sementara investigasi berlangsung," demikian pernyataan itu.

Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, menyatakan telah berbicara dengan Kementerian Luar Negeri Jepang dan Gubernur Okinawa Genta Koja. Ia berjanji memberikan kerja sama penuh selama investigasi berlanjut.

Konteks Keberadaan Militer AS di Okinawa
Terdapat 18.000 Marinir AS yang berbasis di Jepang, mayoritas ditempatkan di Okinawa yang berjarak hanya 60 mil dari Taiwan pada titik terdekatnya. AS menguasai pulau itu sejak akhir Perang Dunia II hingga 1972, dan kehadiran militer AS kerap memicu resentmen warga setempat.

Pada 1995, penculikan dan pemerkosaan seorang gadis berusia 12 tahun oleh tiga anggota militer AS memicu protes massal. Puluhan ribu orang turun ke jalan, memaksa Washington dan Tokyo membahas cara mengurangi kehadiran militer AS di pulau tersebut. Insiden terbaru ini diperkirakan kembali menghidupkan sentimen serupa di kalangan warga Okinawa.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)