Sabtu, 07 November 2026
Breaking News
Politik

Logo Partai Hanura Resmi Berubah, Kini Bergambar Kepala Singa Bermahkota Emas

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Logo Partai Hanura Resmi Berubah, Kini Bergambar Kepala Singa Bermahkota Emas
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kini memiliki identitas visual baru. Lambang partai yang sebelumnya dikenal dengan tulisan Hanura mengalami perubahan dengan mengusung gambar kepala singa berwarna putih yang dilengkapi mahkota berwarna oranye keemasan.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan identitas organisasi politik Hanura. Informasi mengenai lambang terbaru itu tercantum dalam Keputusan Menteri Hukum Nomor M.HH-5.AH.11.03 Tahun 2026 tentang Nama, Lambang atau Tanda Gambar Partai Hanura.

Keputusan tersebut ditandatangani Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada 3 Juli 2026. Dengan diterbitkannya keputusan tersebut, desain kepala singa resmi menjadi bagian dari identitas lambang Partai Hanura.

Tidak sekadar mengganti tampilan, logo baru Partai Hanura juga membawa sejumlah pesan filosofis. Secara keseluruhan, lambang tersebut menggambarkan organisasi politik yang mengemban amanah masyarakat dengan mengedepankan kejujuran, kebenaran, serta keadilan.

Arti dan Filosofi Logo Baru Partai Hanura
Setiap elemen dalam lambang terbaru Hanura mempunyai makna tersendiri. Mulai dari bentuk kepala singa, susunan garis, warna wajah, hingga mahkota, seluruhnya menggambarkan nilai kepemimpinan dan arah perjuangan partai.

Berikut enam unsur utama beserta filosofi yang terkandung dalam logo baru Partai Hanura.

1. Kepala Singa sebagai Simbol Kepemimpinan

Kepala singa menjadi bagian paling menonjol dalam desain terbaru Hanura. Hewan tersebut dipilih untuk merepresentasikan keberanian, kekuatan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinan.

Makna yang terkandung di dalamnya meliputi:

  • Kepemimpinan yang amanah dan bertanggung jawab.
  • Keberanian memimpin di garis depan perjuangan.
  • Penjaga keadilan sosial dan kedaulatan bangsa.
  • Kekuatan yang berpihak pada Rakyat, Daerah dan Negara.
  • Kekuasaan sebagai alat untuk menjaga, melindungi dan menyejahterakan rakyat.

2. Komposisi dan Garis Tegas 17-8-45

  • Spirit proklamasi sebagai garis juang, kedisiplinan dan ketegasan sikap Politik.
  • Karakter rasional, progresif dan berprinsip.
  • Konsistensi perjuangan untuk mewujudkan tujuan Negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
  • Negara berdiri atas kehendak bangsa sendiri.

3. Tatapan Mata Mengarah ke Depan

  • Visi yang berorientasi masa depan yang jelas dan terarah berdasar pada Pancasila dan UUD 1945.
  • Konsisten pada garis ideologi perjuangan politik Bangsa.
  • Otoritas yang alami yang merupakan refleksi dari legitimasi moral.
  • Kepemimpinan yang tegas yang berpihak pada prinsip keadilan, kebenaran dan kemakmuran.4. Warna Putih pada Wajah Singa

4. Wajah putih, bermakna:

  • Integritas dan moralitas sebagai fondasi kekuasaan.
  • Kemurnian niat dalam pengabdian.
  • Pemimpin yang adil, obyektif dan tidak diskriminatif.
  • Kekuatan yang dimurnikan oleh kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan, sebuah kepemimpinan yang berani, bersih dan dapat dipercaya.

5. Huruf "H" merah, bermakna:

  • Keberanian dalam melawan ketidakadilan.
  • Militansi dalam perjuangan politik.
  • Hanura sebagai rumah nurani rakyat.
  • Kepemimpinan yang tidak berjarak, terhubung dan responsif.
  • Kepemimpinan/Kekuasaan yang tunduk pada nilai etika dan hati Nurani.
  • Simbol harmoni hati Nurani yang menegaskan kepemimpinan berlandaskan kemanusiaan, tumbuh dan maju bersama.

6.Mahkota kunyit/emas, bermakna:

  • Kekuasaan untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan kedaulatan ekonomi rakyat.
  • Kepemimpinan dan legitimasi adalah mandat rakyat.

Logo Baru Menjadi Identitas Partai Hanura

Perubahan lambang Partai Hanura tidak hanya berkaitan dengan pembaruan desain grafis, tetapi juga membawa pesan mengenai nilai dan prinsip yang ingin ditonjolkan organisasi.

Enam unsur dalam logo tersebut menggambarkan perpaduan antara keberanian, integritas, kedisiplinan, keadilan, serta tanggung jawab dalam menjalankan kekuasaan.

Melalui identitas baru ini, Hanura menampilkan simbol kepemimpinan yang diharapkan mampu mengutamakan kepentingan masyarakat dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Dengan demikian, kepala singa bermahkota bukan sekadar simbol visual, melainkan representasi filosofi perjuangan Partai Hanura dalam membawa aspirasi hati nurani rakyat.(*)

Komentar (0)