Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Olahraga

Liverpool Chelsea Bikin Jantungan, Fofana Jadi Penentu!

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Liverpool Chelsea Bikin Jantungan, Fofana Jadi Penentu!
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

LIVERPOOL, BeritaNow.com — Pendukung Liverpool harus menyiapkan jantung ekstra kuat saat tim kesayangannya menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Piala Liga Inggris atau Carabao Cup. Bermain di Stadion Anfield, Rabu (28/10/2026) malam waktu setempat, The Reds akhirnya menang 6-5 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Bek Chelsea, Wesley Fofana, menjadi pemain terakhir yang gagal mengeksekusi penalti, sekaligus memastikan Liverpool melangkah ke perempat final.

Kemenangan tersebut tidak diperoleh dengan mudah karena kedua tim sama-sama membuang kesempatan menentukan hasil pertandingan. Liverpool bahkan sempat gagal memanfaatkan dua peluang untuk mengakhiri adu penalti lebih cepat. Malam yang seharusnya menjadi pesta kemenangan akhirnya berubah menjadi ujian kesabaran bagi penonton kedua kubu.

Pertandingan ini juga mempertemukan dua pelatih yang memiliki hubungan pertemanan sejak kecil, Andoni Iraola dan Xabi Alonso. Iraola menangani Liverpool, sedangkan Alonso memimpin Chelsea dalam pertandingan tersebut. Namun, urusan persahabatan harus dikesampingkan ketika keduanya berusaha mempertahankan peluang meraih trofi musim ini.

Dua Gol, Semuanya dari Titik Putih
Chelsea lebih dahulu membuka keunggulan melalui Morgan Rogers pada menit ke-40. Penalti diberikan setelah Ryan Gravenberch melanggar Moisés Caicedo di area terlarang. Rogers menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tim tamu unggul di hadapan pendukung Liverpool.

Keunggulan itu ternyata hanya bertahan sekitar tiga menit. Wesley Fofana melakukan pelanggaran handball yang membuat Liverpool memperoleh penalti. Cody Gakpo kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-43.

Selepas turun minum, kedua tim berusaha mencari gol kemenangan melalui permainan terbuka. Penjaga gawang Chelsea, Mike Penders, melakukan beberapa penyelamatan penting, sementara Giorgi Mamardashvili juga menggagalkan peluang tim tamu. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang sehingga pertandingan langsung dilanjutkan dengan adu penalti.

Sudah Mau Menang, Bola Malah Terbang
Drama sesungguhnya muncul ketika sepuluh penendang pertama bergantian maju ke titik putih. Chelsea mendapat masalah setelah tembakan Valentin Barco membentur tiang gawang. Liverpool kemudian mempunyai kesempatan memenangkan pertandingan melalui Kostas Tsimikas, tetapi sepakannya justru melambung jauh.

Kesempatan berikutnya kembali terbuang ketika Ryan Gravenberch gagal menaklukkan Penders. Chelsea sebenarnya bisa mengambil keuntungan, tetapi tendangan Emmanuel Emegha berhasil dihentikan Mamardashvili. Penonton Anfield pun harus menunggu lebih lama untuk mengetahui siapa yang akan merayakan kemenangan.

Situasi akhirnya berubah ketika Joe Gomez maju sebagai penendang Liverpool berikutnya. Bek tersebut mengeksekusi penalti dengan baik dan membawa The Reds unggul 6-5. Beban kemudian berada di kaki Fofana, tetapi sepakannya melambung di atas mistar sehingga Chelsea tersingkir.

Fofana Jadi Sorotan, tetapi Bukan Satu-satunya
Kegagalan Fofana menjadi momen terakhir dalam pertandingan, tetapi hasil tersebut tidak hanya ditentukan oleh satu pemain. Sebelumnya, beberapa eksekutor dari kedua kesebelasan juga gagal mencetak gol. Bahkan, Liverpool membutuhkan 16 tendangan penalti secara keseluruhan dari kedua tim sebelum pemenang dapat dipastikan.

Bagi Fofana, pertandingan ini menghadirkan dua momen yang tidak menyenangkan. Pelanggaran tangannya menghasilkan gol penyama kedudukan Liverpool, sedangkan kegagalan penaltinya menutup peluang Chelsea melanjutkan kompetisi. Namun, menempatkan seluruh tanggung jawab kekalahan kepada satu pemain akan mengabaikan jalannya pertandingan dan kegagalan eksekutor lainnya.

Alonso mengakui bahwa tersingkir melalui adu penalti merupakan hasil yang berat diterima. Meski demikian, ia menilai Chelsea telah menunjukkan penampilan yang baik dan tetap menempatkan Liga Inggris sebagai prioritas utama. Pernyataan tersebut disampaikan setelah peluang timnya meraih trofi Piala Liga Inggris musim ini berakhir.

Liverpool Ditunggu Bournemouth
Di kubu Liverpool, Iraola menyambut kemenangan tersebut sebagai hasil penting bagi perkembangan tim. Menurutnya, tiga kemenangan kandang secara beruntun memberikan dorongan positif setelah Liverpool mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan liga. Namun, ia juga harus segera mempersiapkan tim menghadapi Arsenal pada pertandingan berikutnya.

Liverpool dipastikan bertemu Bournemouth pada babak perempat final Carabao Cup. Pertandingan itu akan kembali berlangsung di Anfield, memberikan kesempatan bagi The Reds melanjutkan perjalanan menuju semifinal. Liverpool sendiri telah sepuluh kali menjuarai kompetisi tersebut.

Bagi Chelsea, kekalahan ini menambah pekerjaan rumah setelah pertandingan yang sebenarnya berlangsung seimbang. Sementara bagi Liverpool, kemenangan dramatis tersebut memperlihatkan betapa tipisnya batas antara keberhasilan dan kegagalan dalam sepak bola. Pada akhirnya, Anfield mendapatkan cerita yang akan dikenang: enam belas tendangan penalti, dua tim yang sama-sama gugup, dan satu tiket perempat final untuk Liverpool.(*)

Komentar (0)