Jumat, 06 November 2026
Breaking News
Daerah

Ledakan Gas LPG di Kebon Jeruk, 10 Rumah Rusak dan 7 Warga Terluka

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Ledakan Gas LPG di Kebon Jeruk, 10 Rumah Rusak dan 7 Warga Terluka
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA BARAT, BERITANOW.COM - Ledakan yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas LPG menghebohkan warga Kampung Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius pada sejumlah rumah warga serta mengakibatkan tujuh orang mengalami luka-luka.

Peristiwa ledakan gas LPG di Kebon Jeruk itu berlangsung sekitar pukul 04.20 WIB ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat. Suara ledakan yang terdengar sangat keras membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dampak ledakan tidak hanya dirasakan oleh satu keluarga. Sejumlah bangunan yang berada di sekitar sumber ledakan ikut mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bagian rumah dilaporkan roboh akibat kuatnya tekanan ledakan.

Sepuluh Rumah Mengalami Kerusakan Akibat Ledakan
Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, menyampaikan bahwa insiden tersebut berdampak pada 10 bangunan rumah semi permanen yang berada di kawasan RT 006/RW 002, Kampung Guji Baru.

Kerusakan terlihat pada bagian atap dan dinding bangunan. Material bangunan, termasuk pecahan tembok serta atap berbahan asbes, berhamburan di sekitar lokasi kejadian.

Selain kerugian materi, terdapat tujuh warga yang mengalami luka-luka. Salah satu korban yang dilaporkan mengalami cedera bakar adalah seorang perempuan bernama Sayuti.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa dugaan awal penyebab kejadian berkaitan dengan kebocoran tabung gas LPG yang berada di salah satu rumah warga.

Kronologi Ledakan Diduga Bermula Saat Kompor Dinyalakan
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh aparat kepolisian, kejadian bermula ketika Sayuti, istri Idrus, hendak melakukan aktivitas memasak di dapur rumahnya.

Saat itu, Sayuti berupaya menyalakan kompor yang menggunakan gas LPG. Namun, tabung atau instalasi gas yang digunakan diduga mengalami kebocoran.

Ketika kompor dinyalakan, gas yang telah keluar dari sumber kebocoran diduga tersulut sehingga memicu ledakan besar. Kuatnya ledakan kemudian berdampak pada bangunan rumah tersebut dan sejumlah tempat tinggal yang berada di sekitarnya.

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menjelaskan bahwa dugaan kebocoran gas tersebut menjadi informasi awal dalam penanganan peristiwa.

Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Rekaman CCTV Detik-Detik Ledakan Beredar di Media Sosial
Peristiwa ledakan di Kampung Guji Baru juga menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV beredar di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar, kondisi lingkungan permukiman pada awalnya terlihat relatif tenang. Rekaman tersebut memperlihatkan suasana dini hari dengan suara azan yang terdengar dari kejauhan.

Tidak lama berselang, tiba-tiba muncul suara dentuman keras yang mengguncang kawasan permukiman. Setelah ledakan terjadi, terlihat material bangunan berjatuhan dan suasana berubah menjadi kepanikan.

Suara warga yang meminta pertolongan, teriakan takbir, hingga tangisan anak-anak juga terdengar dalam rekaman tersebut.

Video itu memberikan gambaran mengenai situasi mencekam yang dialami masyarakat ketika ledakan terjadi. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha mencari tempat aman dan memberikan pertolongan kepada mereka yang terdampak.

Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Ledakan
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan yang menghancurkan sejumlah rumah tersebut.

Keterangan saksi serta kondisi lokasi kejadian menjadi bagian dari informasi yang diperlukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi tabung gas LPG, regulator, selang, dan kompor sebelum digunakan.

Apabila tercium aroma gas yang mencurigakan, masyarakat perlu menghindari sumber api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan listrik serta memastikan area memiliki sirkulasi udara yang baik.(*)

Komentar (0)