Rabu, 21 Oktober 2026
Breaking News
Video

Kolombia Memanas! Protes Penarikan Koleksi Museum Berujung Bentrokan

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Kolombia Memanas! Protes Penarikan Koleksi Museum Berujung Bentrokan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BOGOTÁ, BERITANOW.COM – Protes penarikan koleksi museum di ibu kota Kolombia, Bogotá, berujung bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Polisi antihuru-hara mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa yang memprotes penarikan lebih dari 30 koleksi dari Museum Nasional Kolombia.

Aksi tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (17–18/10/2026). Demonstran mempersoalkan keputusan penarikan sejumlah karya seni, foto, poster, dan benda bersejarah dari ruang pameran museum.

Kebijakan tersebut memicu perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, independensi lembaga kebudayaan, dan cara sejarah Kolombia disampaikan kepada masyarakat.

Penarikan Koleksi Picu Kontroversi

Sejumlah koleksi yang ditarik berkaitan dengan gerakan feminisme, komunitas LGBTIQ+, konflik politik, kekerasan, serta proses perdamaian di Kolombia.

Salah satu benda yang menjadi perhatian adalah pena yang dibuat dari peluru dan digunakan dalam penandatanganan kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak FARC pada 2016.

Penarikan koleksi tersebut menuai kritik dari kalangan seniman, aktivis, dan sejumlah institusi kebudayaan. Mereka mempertanyakan keputusan pemerintah yang dinilai dapat membatasi keberagaman perspektif dalam penyajian sejarah nasional.

Di sisi lain, pemerintah membela kebijakan tersebut dengan alasan museum negara tidak boleh menjadi sarana indoktrinasi politik dan harus menjalankan fungsi pelestarian serta penyebarluasan kebudayaan.

Polisi Kerahkan Meriam Air

Ketegangan meningkat ketika demonstrasi di sekitar Museum Nasional mengganggu akses jalan di kawasan tersebut.

Menurut laporan media setempat, aparat melakukan pendekatan kepada demonstran untuk membuka kembali akses jalan. Namun, setelah upaya dialog tidak membuahkan hasil, polisi antihuru-hara mengerahkan kendaraan penyemprot air untuk membubarkan massa.

Pada perkembangan berikutnya, sebagian demonstran terlibat bentrokan dengan aparat. Laporan media menyebut adanya demonstran yang melempar benda ke arah polisi, sementara petugas menggunakan perangkat pengendali massa.

Intervensi aparat turut memunculkan pertanyaan mengenai penanganan demonstrasi dan proporsionalitas penggunaan kekuatan dalam menghadapi aksi protes.

Polemik Kebebasan Berekspresi

Persoalan penarikan koleksi kini berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai kebebasan berekspresi dan independensi museum dalam menyampaikan berbagai perspektif sejarah.

Sebagian pihak menilai karya seni dan benda bersejarah merupakan sarana penting untuk merekam pengalaman kelompok masyarakat yang selama ini kurang terwakili dalam narasi resmi.

Sementara itu, pemerintah menghadapi tuntutan untuk menjelaskan dasar penarikan koleksi dan memastikan kebijakan pengelolaan museum dilakukan secara transparan.

Peristiwa di Bogotá tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan kebudayaan dapat memicu ketegangan ketika bersinggungan dengan politik, identitas, dan kebebasan berekspresi. (*)

Komentar (0)