Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Sejumlah jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, sementara kisah haru para penyintas dan keluarga yang ditinggalkan mulai terungkap.
Kapal yang mengangkut 243 orang itu mengalami kecelakaan pada 13 September 2026 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga hari ke-17 operasi SAR, tim gabungan masih terus mencari korban yang belum ditemukan.
Tihwin Dimakamkan Berdampingan dengan Kakaknya
Jenazah Tihwin Nuryanto (43) tiba di kampung halamannya di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pada Selasa (29/9/2026). Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di Masjid Jami Baitut Taqwa sebelum disalatkan dan dibawa ke pemakaman Dusun Seweru.
Tihwin dimakamkan berdampingan dengan sang kakak, Taruno Hidayat, yang lebih dulu menjadi korban dalam kecelakaan yang sama. Taruno telah dimakamkan di tempat yang sama pada Sabtu (26/9/2026).
Kepergian dua bersaudara itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Tihwin meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih membutuhkan perhatian dan biaya pendidikan. Darsianto, paklik Tihwin yang juga Ketua RW setempat, mengenang almarhum sebagai sosok yang baik, bertanggung jawab, dan aktif dalam kegiatan masyarakat.
"Almarhum sehari-hari usahanya di bidang dekorasi. Ke Kalimantan kemarin hanya mengantarkan kakaknya, Mas Taruno, untuk kirim sayur," ujar Darsianto. Menurutnya, Tihwin dikenal sebagai pribadi pendiam namun periang serta aktif dalam kegiatan kepemudaan dan sosial di desa.
Empat anak perempuan Tihwin masih duduk di bangku pendidikan, mulai TK, SMP atau pesantren, hingga perguruan tinggi. Keluarga berharap ada perhatian dan bantuan berkelanjutan dari pemerintah maupun pihak terkait, tidak hanya untuk penanganan korban tetapi juga untuk masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Yuliani Sembunyikan Tangis di Depan Buah Hati
Di Banjarmasin, Yuliani, istri korban Sugianto, harus melewati hari-hari penuh penantian sebelum kepastian nasib suaminya tiba. Ia mendapatkan kabar duka itu di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Senin malam (28/9/2026), dengan mata sembab dan wajah yang dipaksa tegar.
Di tengah kesedihannya, Yuliani berjuang menjaga perasaan buah hatinya yang baru berusia tujuh tahun. Ia berupaya keras agar sang anak tidak mengetahui kenyataan pahit bahwa ayahnya telah tiada.
"Dia tidak mengerti. Katanya jangan bilang ayahku meninggal, katanya ayahku selamat," ujarnya lirih, seperti dikutip RRI.
Yuliani menceritakan bahwa kabar nahas itu baru didengarnya tiga hari setelah kejadian melalui rekan kerja almarhum. Semula ia sempat tidak percaya hingga akhirnya mendapati nama Sugianto resmi tercatat dalam manifes penumpang kapal.
Almarhum Sugianto sehari-hari bekerja sebagai sopir ekspedisi pengangkut barang lintas pulau. Ia berlayar bersama seorang kernetnya yang hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan. Sebelum musibah terjadi, Yuliani mengaku sempat merasakan hal yang tidak biasa melalui mimpi berulang tentang suaminya.
Detik-Detik Terakhir Ilham di KM Virgo
Di Jepara, jenazah Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, tiba di rumah duka pada Selasa (29/9/2026). Ilham merupakan korban KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya bekerja mengangkut mebel bersama sepupunya, Abdul Kholeq (25).
Kholeq, yang selamat dari kecelakaan tersebut, menceritakan detik-detik terakhir bersama Ilham. Ia terbangun sekitar pukul 01.00 WIB pada Ahad (13/9) dan mendengar teriakan penumpang serta melihat sejumlah orang mulai mengenakan pelampung. Saat itu, kapal sudah dalam kondisi miring sekitar 40 derajat.
Kholeq kemudian membangunkan Ilham dan Mashudi, lalu memberikan pelampung kepada keduanya. "Bu, ayo keluar," ujar Kholeq kepada Ilham, menggunakan panggilan akrabnya. Kholeq kemudian berbalik, dan saat itulah Ilham sudah berjalan menjauh. Ia tidak lagi melihat sepupunya setelah keduanya terpisah ketika para penumpang berusaha keluar dari kapal.
Setelah terpisah dari kapal, Kholeq dihantam gelombang tiga kali. Ia sempat berenang sebelum masuk ke sekoci dan berada di sana sekitar sembilan jam. Ia kemudian ditemukan nelayan asal Juwana sambil menunggu proses evakuasi oleh KRI. Kholeq mengalami cedera kaki setelah terbentur etalase kaca dan menjalani operasi ringan di rumah sakit Banjarmasin.
Pemkab Jepara telah mengajukan bantuan bagi keluarga Ilham melalui Baznas Provinsi. Kepala Dinsospermasdes Jepara Muh Ali menyatakan pengajuan tersebut telah diproses. Dengan ditemukannya Ilham, tiga warga Jepara yang berada dalam KM Virgo Transport 8 telah mendapat kepastian nasib.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.