Kimi Antonelli Menang di Austin, Tinggal Selangkah Jadi Juara Dunia F1
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
AUSTIN, BeritaNow.com — Pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia Formula 1 musim 2026 setelah memenangi Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin, Texas, Minggu (25/10/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Pembalap Italia berusia 20 tahun itu tampil dominan sejak posisi start terdepan dan mengakhiri balapan 56 putaran dengan keunggulan 13,078 detik atas Charles Leclerc dari Ferrari. Max Verstappen dari Red Bull melengkapi podium ketiga, tetapi kemenangan Antonelli belum cukup untuk memastikan gelar dunia pada seri tersebut.
Antonelli mencatat waktu total 1 jam 35 menit 16,650 detik untuk meraih kemenangan kesembilannya sepanjang musim. Ia memperoleh 25 poin tambahan dan kini mengumpulkan 365 poin di puncak klasemen pembalap. George Russell menjadi pesaing terdekat dengan 242 poin, disusul Lewis Hamilton dengan 241 poin.
Hasil di Austin membuat Antonelli unggul 123 poin atas Russell ketika musim menyisakan empat balapan. Keunggulan besar tersebut menghadirkan peluang mengunci gelar pada Grand Prix Meksiko pekan berikutnya. Apabila berhasil, Antonelli akan mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda Formula 1, melampaui rekor Sebastian Vettel.
Strategi Satu Pit Stop Menjadi Penentu
Antonelli memulai balapan dari pole position setelah menjadi pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi. Ia berhasil mempertahankan posisi terdepan ketika Verstappen mengalami start kurang baik dan sempat kehilangan posisi dari Leclerc. Situasi tersebut memberi Antonelli kesempatan membangun jarak sejak putaran awal.
Mercedes kemudian memilih strategi satu kali pit stop, berbeda dari sejumlah pesaing yang masuk pit dua kali. Antonelli memperpanjang penggunaan ban kompon medium sebelum beralih ke ban keras untuk menyelesaikan sisa balapan. Keputusan tersebut membantu menjaga keunggulannya tanpa harus kehilangan waktu akibat pemberhentian tambahan.
Menjelang akhir lomba, Virtual Safety Car diberlakukan setelah Valtteri Bottas menghentikan mobil Cadillac di sisi lintasan. Periode netralisasi tersebut sempat memperlambat laju para pembalap, tetapi tidak mengubah posisi terdepan. Antonelli tetap mengendalikan balapan hingga melintasi garis finis dan mencatat kemenangan penting bagi Mercedes.
Ferrari Raih Podium, Red Bull Hadapi Kendala
Persaingan ketat terjadi di belakang Antonelli, terutama antara Leclerc, Verstappen, dan sejumlah pembalap yang menggunakan strategi berbeda. Leclerc berhasil mengamankan posisi kedua setelah melakukan manuver pada fase akhir pertandingan. Hasil tersebut sekaligus menjadi finis kedua secara beruntun di posisi runner-up bagi pembalap Ferrari itu.
Verstappen harus menghadapi sejumlah kendala pada mobil Red Bull sepanjang balapan. Meski demikian, ia mampu mempertahankan tempat di podium ketiga dengan selisih 17,485 detik dari Antonelli. Lewis Hamilton mengikuti di posisi keempat, sehingga Ferrari berhasil menempatkan dua pembalapnya dalam empat besar.
Lando Norris dari McLaren finis kelima setelah kehilangan kesempatan bersaing memperebutkan podium akibat penurunan performa ban. Isack Hadjar menempati peringkat keenam, disusul Oscar Piastri pada posisi ketujuh. Sementara itu, Russell hanya mampu menyelesaikan balapan di urutan kedelapan, sebuah hasil yang membuat selisih poinnya dengan Antonelli semakin melebar.
Gelar Juara Dunia Kini Menunggu GP Meksiko
Berdasarkan klasemen resmi Formula 1, Antonelli mengoleksi 365 poin setelah GP Amerika Serikat. Russell berada di posisi kedua dengan 242 poin, sedangkan Hamilton mengumpulkan 241 poin. Verstappen mengikuti dengan 236 poin dan Leclerc berada di urutan kelima dengan 233 poin.
Keunggulan 123 poin menempatkan Antonelli dalam posisi sangat kuat menjelang empat seri terakhir. Dengan maksimal 100 poin yang tersedia dari empat balapan utama serta 25 poin dari potensi satu sesi sprint tersisa, perebutan gelar secara matematis masih terbuka. Namun, Antonelli hanya perlu memastikan selisihnya tetap cukup besar setelah GP Meksiko untuk mengunci kejuaraan sebelum musim berakhir.
Formula 1 menjelaskan bahwa Antonelli dapat memastikan gelar pada seri berikutnya apabila tidak kehilangan lebih dari 23 poin terhadap Russell atau 24 poin terhadap Hamilton. Artinya, finis di posisi kesembilan atau lebih tinggi di Meksiko sudah cukup baginya tanpa bergantung pada hasil kedua pesaing tersebut. Jika skenario itu terwujud, pembalap Italia tersebut akan menjadi juara dunia Formula 1 pada usia 20 tahun.
Mercedes Semakin Dekat dengan Dua Gelar
Kemenangan Antonelli turut memperkuat posisi Mercedes dalam persaingan konstruktor. Tim tersebut kini mengumpulkan 607 poin, sedangkan Ferrari berada di posisi kedua dengan 474 poin. Selisih 133 angka menunjukkan keunggulan Mercedes masih besar meskipun Ferrari berhasil mencatat hasil kuat melalui Leclerc dan Hamilton.
Bagi Mercedes, keberhasilan di Austin menjadi bukti bahwa strategi dan pengembangan mobil dapat menentukan hasil balapan, bukan hanya kecepatan saat kualifikasi. Antonelli memanfaatkan performa mobil secara konsisten dan mampu menjaga kondisi ban hingga akhir lomba. Sebaliknya, hasil Russell menunjukkan bahwa dua pembalap dalam tim yang sama dapat menghadapi situasi berbeda ketika strategi dan persaingan di lintasan berkembang.
Grand Prix Meksiko kini menjadi perhatian berikutnya dalam kalender Formula 1. Antonelli membawa peluang mencatat sejarah, sementara para pesaingnya masih memiliki kepentingan mempertahankan posisi dalam klasemen. Hasil di Austin belum menghasilkan juara dunia baru, tetapi semakin mendekatkan musim 2026 pada penentuan gelar pembalap.(*)