Kamis, 08 Oktober 2026
Breaking News
Olahraga

Indonesia Juara ASEAN Cup, The Guardian Soroti Keuntungan bagi Gianni Infantino

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Indonesia Juara ASEAN Cup, The Guardian Soroti Keuntungan bagi Gianni Infantino
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Keberhasilan Tim Nasional Indonesia menjuarai ASEAN Cup 2026 mendapat perhatian media Inggris, The Guardian. Prestasi tersebut tidak hanya dinilai sebagai pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga disebut memiliki keuntungan tersendiri bagi Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam laporan The Guardian yang terbit 7 Oktober 2026, keberhasilan Indonesia menjadi juara dikaitkan dengan kiprah FIFA dalam mengembangkan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia mencatat sejarah setelah keluar sebagai juara ASEAN Cup. Gelar tersebut diraih setelah Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada partai final yang berlangsung ketat dan harus ditentukan melalui adu penalti.

Bagi Indonesia, kemenangan itu menjadi pencapaian penting di tengah perkembangan sepak bola nasional. Namun, The Guardian melihat keberhasilan penyelenggaraan ASEAN Cup dari perspektif yang lebih luas, termasuk kaitannya dengan posisi politik Infantino di lingkungan sepak bola dunia.

Media Inggris tersebut menilai keberadaan kompetisi baru di kawasan Asia Tenggara dapat memperkuat hubungan FIFA dengan negara-negara anggota di kawasan tersebut. Kondisi itu disebut berpotensi memberikan keuntungan bagi Infantino dalam membangun dukungan di Asia.

Infantino selama ini diketahui aktif memperluas hubungan dengan asosiasi sepak bola nasional di berbagai kawasan. Asia menjadi salah satu wilayah yang memiliki jumlah anggota FIFA cukup besar dan memiliki posisi penting dalam dinamika organisasi sepak bola dunia.

Sorotan terhadap ASEAN Cup juga muncul karena kompetisi tersebut hadir di tengah keberadaan turnamen regional yang sebelumnya sudah berlangsung di Asia Tenggara.

Menurut The Guardian, penyelenggaraan edisi perdana ASEAN Cup masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya berkaitan dengan partisipasi negara-negara peserta dan jumlah penonton pada beberapa pertandingan.

Sejumlah negara besar di Asia seperti China dan India juga tidak ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam melihat masa depan turnamen.

Meski demikian, pertandingan final Indonesia melawan Thailand memberikan panggung penting bagi ASEAN Cup. Laga yang berlangsung dramatis hingga adu penalti tersebut berakhir dengan kemenangan Indonesia.

Dari sisi FIFA, kesuksesan Indonesia menjadi juara memberikan momentum bagi kompetisi yang berada dalam orbit pengembangan sepak bola kawasan Asia Tenggara.

The Guardian kemudian mengaitkan perkembangan tersebut dengan dinamika politik FIFA menjelang pemilihan presiden organisasi sepak bola dunia. Dukungan dari asosiasi anggota FIFA menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Infantino sendiri tengah menghadapi dinamika terkait pencalonannya untuk periode berikutnya. Pada akhir September 2026, Federasi Sepak Bola Swiss dilaporkan menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino.

Di sisi lain, Infantino terus membangun hubungan dengan sejumlah asosiasi sepak bola, termasuk di kawasan Asia. Karena itu, keberhasilan sebuah kompetisi yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dapat memiliki arti lebih luas bagi hubungan FIFA dengan kawasan tersebut.

Meski demikian, masa depan ASEAN Cup masih akan bergantung pada perkembangan kompetisi dan dinamika sepak bola internasional.

Bagi Indonesia, perhatian utama tetap tertuju pada keberhasilan Timnas meraih gelar juara. Sementara bagi Infantino, seperti disoroti The Guardian, keberhasilan tersebut dapat menjadi salah satu momentum dalam memperkuat hubungan FIFA dengan sepak bola Asia Tenggara.(*)

Komentar (0)