Kebon Pala Jaktim Terendam Banjir 2 Meter

Banjir melanda permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (30/1/2026) pagi, dengan ketinggian air mencapai hingga 2 meter.

“Pagi ini, sekarang air sudah mencapai 200 sentimeter, udah dua meter,” ungkap Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, di Jakarta Timur, Jumat, via Antara.

Sanusi mengungkapkan air mulai naik sejak dini hari dan terus meninggi hingga merendam rumah warga pada Jumat pagi.

“Air mulai naik jam 2 malam, dari sebelumnya di bawah 2 meter, sekarang naik terus, sudah 2 meter,” jelas Sanusi.

Menurutnya, genangan air masih berpotensi lebih tinggi lagi jika hujan intensitas tinggi dengan durasi panjang kembali turun.

Kata dia, sebagian warga mulai mengungsi akibat banjir yang menggenangi rumah-rumah mereka.

“Warga sudah banyak pada mengungsi dari semalam. Banyak yang ngungsi di gedung SD,” beber Sanusi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ada 39 rukun tetangga (RT) dan 3 ruas jalan di Jakarta terendam banjir, Jumat pagi.

“Kami mencatat saat ini, terdapat 39 RT dan 3 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat, dilansir Antara.

Menurut catatan BPBD DKI Jakarta, salah satu RT yang terendam banjir adalah Kampung Melayu.

Adji mengatakan meluapnya Sungai Ciliwung serta hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya memperparah genangan air yang masuk ke rumah-rumah warga.

Menurutnya, daerah dengan banjir paling parah ada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena banjir merendam wilayah bantaran Sungai Ciliwung dengan ketinggian mulai dari 1,5 hingga 3,5 meter.

Sementara itu, ia mengungkapkan banjir sudah mulai surut di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Ketinggian air sebelumnya mencapai 1,5 meter dan berangsur menurun menjadi 20-30 cm.

Adji menyatakan BPBD DKI Jakarta menyiagakan para personelnya di wilayah yang tergenang untuk memonitor kondisi di lokasi.

Ia menyebut BPBD juga mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan air serta memastikan tali-tali air berfungsi baik.

Adji mengimbau warga berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ucapnya.

 

 

sumber: kompas.tv

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply