Jumat, 23 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Medan Terjal Hambat Pemadaman

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Medan Terjal Hambat Pemadaman
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

KUNINGAN, BERITANOW.COM — Kebakaran Gunung Ciremai yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus menjadi perhatian. Api dilaporkan meluas dari perkiraan awal sekitar lima hektare menjadi puluhan hektare, sementara petugas menghadapi kesulitan menjangkau sejumlah titik kebakaran akibat kondisi medan yang curam dan berbatu.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut mulai terpantau pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Hingga Jumat, 23 Oktober 2026, tim gabungan masih melakukan penanganan untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran menjalar ke bagian lain kawasan konservasi. Luas keseluruhan wilayah yang terdampak masih dalam pendataan.

Medan Terjal dan Angin Kencang Jadi Kendala

Sejumlah titik api berada di kawasan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis tersebut membuat mobilitas petugas terbatas, bahkan kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi tertentu secara optimal. Akibatnya, personel harus menyesuaikan metode pemadaman dengan akses dan kondisi lapangan.

Selain medan yang sulit, angin yang berubah arah turut meningkatkan risiko penyebaran api. Vegetasi kering berupa semak belukar, alang-alang, serasah, dan pepohonan pinus juga berpotensi mempercepat perambatan kobaran. Keterbatasan sumber air di sekitar titik kebakaran menambah tantangan dalam operasi pemadaman.

Pemerintah daerah bersama petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran melalui pemadaman langsung dan pembuatan sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api agar tidak merambat ke kawasan dengan vegetasi lebih rapat.

Water Bombing Disiapkan untuk Menjangkau Titik Api

Pemerintah Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung penanganan kebakaran melalui jalur udara. Salah satu upaya yang disiapkan adalah water bombing, yakni menjatuhkan air dari helikopter ke titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurut laporan BPBD Kabupaten Kuningan yang diberitakan pada Jumat, persiapan operasi udara mencakup pengamatan lokasi kebakaran dan titik pengambilan air. Pelaksanaannya bergantung pada kesiapan peralatan serta dukungan logistik yang diperlukan.

Di darat, ratusan personel gabungan dari berbagai unsur terus bekerja mengendalikan kobaran api. Mereka melakukan pemadaman pada titik yang dapat dijangkau, menyisir sisa bara, serta memperkuat sekat bakar untuk mengurangi risiko munculnya api baru.

Masyarakat Diminta Mewaspadai Potensi Kebakaran

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan hutan. Pembakaran sampah sembarangan dan puntung rokok yang dibuang tanpa memastikan kondisinya padam dapat menjadi sumber penyulutan, terutama ketika vegetasi mengering.

Hingga Jumat, luas pasti kawasan yang terbakar dan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Petugas masih memprioritaskan pengendalian api sembari memantau arah angin dan perkembangan titik kebakaran.

Penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah kerusakan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kawasan konservasi ini memiliki fungsi ekologis yang perlu dijaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (*)

Komentar (0)