Kasus Influenza di Depok Naik 90 Persen, Dinkes Imbau Warga Tak Panik
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
DEPOK, BERITANOW.COM — Kasus Influenza-Like Illness (ILI) di Kota Depok mengalami lonjakan signifikan dalam empat pekan terakhir. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menunjukkan proporsi positif influenza pada pemeriksaan laboratorium mencapai 90 persen, dengan jumlah kasus meningkat dari 140 menjadi 266 kasus .
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, menyatakan peningkatan ini menjadi perhatian pihaknya. Namun, ia meminta masyarakat tidak menanggapi kondisi tersebut secara berlebihan. "Tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya," kata Devi, seperti dikutip Media Indonesia .
Kelompok Rentan Paling Berisiko
Devi menjelaskan bahwa influenza umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Gejala yang muncul meliputi demam disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lelah .
Dinkes Depok mengingatkan perhatian khusus terhadap kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Kelompok tersebut adalah lansia berusia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh .
"Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya," tutur Devi .
Tujuh dari Sembilan Anak Positif Influenza A
Dinkes Depok juga melakukan pemeriksaan terbatas terhadap sembilan anak. Hasilnya, tujuh anak dinyatakan positif Influenza A, sementara dua lainnya negatif .
Dari penelusuran awal, terdapat dua kasus yang memiliki riwayat mengikuti kegiatan bersama di salah satu perusahaan di Jakarta Timur. Penelusuran epidemiologi masih dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan antarkasus .
Devi menegaskan bahwa pencatatan ILI tidak berarti seluruh kasus dipastikan sebagai influenza A melalui pemeriksaan laboratorium. "Tetapi, kewaspadaan dan pemantauan terus kami lakukan," ujarnya .
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan, Devi mendorong masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan sederhana. Menjaga pola hidup sehat perlu dibarengi dengan penerapan etika batuk dan bersin, mencuci tangan secara rutin, serta menghindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami influenza .
Penggunaan masker juga disarankan, khususnya ketika seseorang sedang sakit, agar risiko penularan kepada orang lain dapat dikurangi. Selain itu, vaksinasi influenza dapat diberikan terutama kepada kelompok yang rentan mengalami komplikasi .
"Terapkan gaya hidup sehat, etiket batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan," tutup Devi .
Konteks Nasional
Peningkatan kasus influenza juga tercatat secara nasional. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan hingga 19 September 2026, proporsi influenza pada minggu ke-36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen pada minggu sebelumnya .
Dari 185 spesimen yang diperiksa, sebanyak 86 terdeteksi positif influenza. Kasus tersebut terdiri atas 76 influenza A (H1N1) pdm09, delapan influenza A (H3N2), dan dua influenza B (Victoria). Kelompok usia 0 sampai 4 tahun menyumbang 42 persen dari kasus yang terdeteksi .
Meski terjadi peningkatan proporsi positif, Kemenkes menyebut tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori rendah. Situasi tersebut dinilai masih terkendali dan sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari sumber-sumber terkait.