Karhutla Sumatera Selatan Memburuk, Kepala BNPB Turun Langsung
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Karhutla Sumatera Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bertolak ke Palembang, Minggu (18/10/2026), untuk memimpin penanganan kebakaran sekaligus mengevaluasi kebutuhan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan setelah Kristomei menerima arahan Presiden pada Minggu pagi. Kunjungan ini juga menjadi agenda operasional pertamanya setelah dilantik sebagai Kepala BNPB pada Sabtu (17/10/2026).
Kristomei berangkat bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta sejumlah pejabat BNPB. Rombongan dijadwalkan meninjau kondisi terkini, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan dukungan pemerintah pusat sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak.
Kepala BNPB Evaluasi Penanganan Karhutla
Dalam keterangannya sebelum bertolak ke Palembang, Kristomei menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan langkah cepat dan terkoordinasi.
Evaluasi lapangan diperlukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas sekaligus menentukan bentuk dukungan tambahan yang dibutuhkan pemerintah daerah.
Menurut Kristomei, kebutuhan penanganan dapat mencakup penguatan personel, dukungan teknologi, hingga operasi udara untuk membantu pemadaman kebakaran.
Pemerintah pusat juga akan mengidentifikasi kebutuhan khusus di wilayah terdampak agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Koordinasi Pusat dan Daerah Diperkuat
Penanganan karhutla di Sumatera Selatan memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, BMKG, TNI, Polri, hingga unsur terkait lainnya.
Selain pemadaman langsung, upaya pengendalian kebakaran juga dapat melibatkan operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sesuai hasil evaluasi serta kondisi meteorologi di lapangan.
Kristomei menekankan pentingnya memastikan setiap dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya mencegah kebakaran meluas.
Kondisi di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan tambahan personel maupun dukungan operasional dari pemerintah pusat.
Penanganan Karhutla Jadi Prioritas
Meningkatnya perhatian terhadap karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan pemantauan titik api, respons cepat, serta koordinasi antarlembaga berjalan efektif.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kebakaran.
Informasi perkembangan penanganan karhutla perlu terus diperbarui berdasarkan data resmi dari instansi berwenang agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat mengenai situasi di wilayah terdampak. (*)