Minggu, 04 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Kapolri Lantik 27 Pejabat Utama dan Kapolda, Dadang Hartanto Belum Dilantik

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Kapolri Lantik 27 Pejabat Utama dan Kapolda, Dadang Hartanto Belum Dilantik
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin serah terima jabatan dan pelantikan 27 pejabat utama Mabes Polri serta sejumlah Kapolda di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam. Salah satu yang dilantik adalah Komjen Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Namun, satu jabatan belum diisi melalui pelantikan. Irjen Dadang Hartanto, yang ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya, belum dilantik karena masih menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Pelantikannya akan dilakukan Kapolri setelah ia kembali.

Herry Heryawan Resmi Jabat Kabaharkam
Komjen Herry Heryawan resmi menggantikan Komjen Karyoto sebagai Kabaharkam Polri. Karyoto dimutasikan sebagai perwira tinggi (pati) Baharkam Polri dalam rangka pensiun. Herry sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Riau.

Usai dilantik, Herry menyampaikan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh dalam mengemban amanah baru. Ia menegaskan bahwa orientasi tugasnya tetap sama di mana pun ia bertugas.

"Apa pun jabatan dan di mana pun tempat bertugas, orientasinya tetap sama, menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat, serta menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab," kata Herry, seperti dikutip detikNews.

Lulusan Akpol 1996 itu memandang rotasi dan pergantian kepemimpinan sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi Polri. Menurutnya, setiap amanah memiliki tantangan berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama, yaitu memastikan kehadiran Polri memberikan rasa aman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Suwondo Nainggolan Pimpin Maluku
Dalam rangkaian mutasi yang sama, Kapolri menunjuk Irjen Pol Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku. Ia menggantikan Irjen Pol Dadang Hartanto yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Metro Jaya. Suwondo sebelumnya menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri.

Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menyatakan pihaknya menghormati keputusan pimpinan Polri.

"Pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier dan penguatan kinerja institusi," kata Rositah, seperti dikutip ANTARA News.

Ia menegaskan jajaran Polda Maluku tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kesinambungan pelaksanaan tugas menjadi perhatian utama agar pergantian kepemimpinan tidak mengganggu pelayanan publik.

Dadang Hartanto Masih Umrah
Mabes Polri mengungkapkan bahwa Irjen Dadang Hartanto belum menjalani pelantikan sebagai Kapolda Metro Jaya karena masih berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pelantikan akan dilakukan Kapolri setelah Dadang kembali.

"Iya, ada satu Bapak Kapolda Metro (Irjen Dadang Hartanto) sedang umrah, ya. Sedang umrah beliau, tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri," kata Trunoyudo, seperti dikutip Kompas.com.

Trunoyudo menjelaskan bahwa rangkaian serah terima jabatan malam itu merupakan bagian dari mutasi yang tertuang dalam surat telegram. Sebanyak 27 jabatan yang terdiri dari pejabat utama Mabes Polri dan sejumlah Kapolda diserahterimakan, termasuk Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, Kalemdiklat, dan Kadiv Propam.

"Untuk dua jabatan yang dilakukan pelantikan adalah Astamarena Kapolri dan juga Korspripim. Seluruhnya ada 27 jabatan," kata Trunoyudo.

Bagian dari Penyegaran Organisasi
Trunoyudo menyatakan rangkaian mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Menurutnya, rotasi dan mutasi dilakukan untuk penyegaran, regenerasi, serta menyesuaikan kebutuhan organisasi dalam menghadapi tuntutan masyarakat.

"Kegiatan dalam rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah 'Polri Bersama Masyarakat'," kata Trunoyudo.

Rangkaian mutasi tersebut mengacu pada Surat Telegram Nomor ST/2205 yang mencakup 88 personel. Namun, pada Sabtu malam, serah terima jabatan difokuskan pada pejabat utama Mabes Polri dan para Kapolda jajaran. Menurut Trunoyudo, mutasi juga menjadi bagian dari pembinaan karier di internal Polri.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)