Sabtu, 26 September 2026
Breaking News
Daerah

Kapolda Lampung Apresiasi Film Ageman, Soroti Pesan Toleransi

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Kapolda Lampung Apresiasi Film Ageman, Soroti Pesan Toleransi
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

LAMPUNG, BERITANOW.COM — Film Ageman mendapat apresiasi dari Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Film produksi BLB Film Production itu mengangkat isu toleransi, keberagaman, moderasi beragama, serta nilai budaya lokal Lampung.

Helfi menilai Ageman tidak hanya menyajikan cerita mengenai hubungan antarumat beragama. Film tersebut juga memasukkan unsur budaya Lampung yang dinilai dapat memperkaya pesan yang disampaikan kepada penonton.

Menurutnya, tema keberagaman yang diangkat dalam film dapat menjadi salah satu sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda dalam memahami perbedaan dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Selamat dan sukses untuk tim kru serta jajaran pemeran film Ageman. Semoga karya sinema ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Helfi.

Film Ageman disutradarai Jasper Lance. Cerita film tersebut terinspirasi dari perjalanan hidup Ken Setiawan, yang disebut pernah terlibat dalam gerakan radikal sebelum meninggalkan paham tersebut dan kemudian aktif menyuarakan moderasi beragama serta pencegahan radikalisme dan terorisme.

Jasper mengatakan proses produksi Ageman mendapat dukungan dari sejumlah unsur masyarakat di Lampung. Pejabat pemerintah daerah, akademisi, tokoh budaya, dan tokoh lintas agama disebut ikut terlibat dalam produksi film tersebut.

“Kami sangat bersyukur film ini mendapat sokongan moral dan keterlibatan langsung dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat Pemprov Lampung, akademisi, tokoh budaya, hingga tokoh lintas agama yang ikut berperan aktif sebagai bagian dari talenta film guna menyuarakan pesan damai,” kata Jasper.

Ia mengatakan perjalanan hidup Ken Setiawan menjadi bagian penting dari cerita yang ingin disampaikan melalui film. Pesan yang dibawa tidak hanya berkaitan dengan perubahan pandangan seseorang, tetapi juga pentingnya berpikir kritis dan menjaga kehidupan bersama di tengah perbedaan.

Sementara itu, Produser Eksekutif Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, mengatakan film tersebut ditujukan untuk dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang.

Firsada berharap pesan mengenai kerukunan dan penghormatan terhadap perbedaan dapat diterima melalui medium film. Ia juga menilai edukasi mengenai toleransi diperlukan untuk mempersempit ruang berkembangnya intoleransi maupun radikalisme.

Film Ageman dengan demikian menempatkan isu moderasi beragama dan keberagaman sebagai bagian utama cerita, sekaligus membawa latar budaya Lampung ke dalam karya sinema tersebut. (*)

Komentar (0)