Sebuah kapal nelayan mengalami kecelakaan di perairan laut yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.
Beruntung, sebanyak 19 awak kapal asal Kabupaten Tuban berhasil diselamatkan oleh nelayan dari Bangkalan setelah kapal yang mereka tumpangi menabrak tiang milik Pertamina di tengah laut.
Seluruh awak kapal kemudian dievakuasi ke rumah Kepala Desa Banyusangkah, Abd Syukur, untuk beristirahat sekaligus mendapatkan bantuan makanan ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Mohammad Zainul Qomar, menyampaikan bahwa kapal mengalami kerusakan parah hingga akhirnya tenggelam. Pihak BPBD juga sempat mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi para korban.
“Kapal mengalami kerusakan dan tenggelam. Kami sempat mendatangi rumah kepala desa untuk memastikan kondisi para awak, dan syukurlah semuanya selamat. Kami juga memberikan bantuan berupa biskuit,” ujar Qomar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD Bangkalan, kapal tersebut berangkat dari Kabupaten Tuban pada Kamis sore untuk melaut mencari ikan.
Namun saat melintas di wilayah perbatasan perairan Gresik dan Bangkalan, kapal mengalami kecelakaan setelah menabrak tiang di laut.
Qomar menjelaskan, tiang atau tower milik Pertamina yang berada di laut tersebut diduga tidak memiliki penerangan, sehingga tidak terlihat oleh awak kapal. Beruntung, saat kejadian ada perahu nelayan dari Desa Banyusangkah yang melintas dan segera memberikan pertolongan kepada seluruh awak kapal.
Data BPBD Bangkalan mencatat, 19 awak kapal tersebut terdiri dari 4 warga Tuban, 5 warga Indramayu, 1 warga Lasem, 7 warga Lamongan, serta masing-masing satu orang warga Pasuruan dan Lamongan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Tuban, dan hingga sore hari seluruh awak kapal telah dijemput oleh keluarga masing-masing.
![]()
Be the first to comment