Minggu, 08 November 2026
Breaking News
Internasional

IRGC Sembunyikan Pabrik Rudal di Bawah Tanah

Riskal Arief | | 3 mnt baca
IRGC Sembunyikan Pabrik Rudal di Bawah Tanah
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Iran tidak lagi sekadar menyembunyikan rudal di gua-gua. Mereka kini memindahkan pabriknya sekalian ke bawah tanah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa fasilitas produksi rudal dan drone telah dipindahkan dari permukaan ke kompleks bawah tanah, sebuah langkah yang mereka klaim membuat kemampuan militer Iran tetap berdenyut bahkan ketika bom menghujaninya.

Pengumuman ini disampaikan Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, dalam konferensi pers di Teheran pada Sabtu (7/11/2026). Ia menyebut pemindahan itu dilakukan dengan cepat, dan Iran tidak akan berhenti meningkatkan jangkauan persenjataannya. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ancaman militer Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk laporan serangan "skala kecil" AS yang menyasar Pulau Qeshm di Iran selatan.

Bukan Gudang, Tapi Kota Produksi
Mohebbi menjelaskan bahwa IRGC tidak hanya membangun kompleks penyimpanan rudal di bawah tanah. Mereka telah beralih ke tahap yang lebih ambisius: mendirikan apa yang ia sebut sebagai "kota produksi rudal" yang tertanam jauh di bawah permukaan bumi.

"Kami berhasil memindahkan dengan cepat produksi rudal dan drone dari (fasilitas) permukaan ke (fasilitas) bawah tanah," kata Mohebbi, seperti dikutip ANTARA News.

Menurutnya, wilayah Iran yang luas, keahlian teknis dalam negeri, dan infrastruktur produksi yang terdesentralisasi membuat musuh sulit melumpuhkan pembuatan senjata Iran. Ia menegaskan bahwa produksi tetap berjalan stabil, meskipun pihak lawan mengira stok rudal Iran akan habis seiring banyaknya yang diluncurkan.

Ancam Kejutan Militer
Dalam konferensi pers yang digelar dalam rangka Pekan Kedirgantaraan IRGC itu, Mohebbi juga melayangkan peringatan. Jika musuh kembali melancarkan serangan, Iran akan memperlihatkan kejutan militer yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Kami siap mempertahankan eksistensi, identitas, dan integritas wilayah negara kami tanpa batasan geografis apa pun," ujarnya.

Ia bahkan mengklaim bahwa seluruh aset musuh, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, berada dalam jangkauan Iran. Pernyataan ini senada dengan sikap Iran yang menyatakan bahwa pembatasan jangkauan rudal mereka telah dicabut, mengikuti arahan Pemimpin Tertinggi Iran.

Klaim Pertahanan Udara dan Kemampuan Siluman
Selain soal produksi bawah tanah, Mohebbi memaparkan sejumlah klaim kemampuan militer Iran. Ia menyebut pasukan pertahanan udara IRGC telah mencegat dan menghancurkan lebih dari 260 pesawat dan kendaraan udara musuh selama konflik yang mereka sebut sebagai agresi AS-Israel. Klaim itu mencakup pesawat tempur F-35, F-16, F-5, dan F-18, serta drone MQ-1, RQ-4, Orbiter, dan Lucas.

Ia juga mengklaim bahwa kemampuan siluman rudal dan drone Iran telah ditingkatkan dengan mengurangi penampang radar. Menurutnya, hal itu memungkinkan persenjataan Iran menembus beberapa lapis pertahanan udara musuh, termasuk sistem THAAD dan Patriot, yang ia nilai tidak efektif.

Perlu dicatat bahwa klaim-klaim ini merupakan pernyataan pihak IRGC dan belum diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.

Latar Belakang Ketegangan
Pernyataan Mohebbi muncul di tengah situasi yang memanas. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (6/11/2026) menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan baru yang menargetkan sistem pertahanan udara Iran, yang ia sebut sebagai operasi "skala kecil". Laporan sebelumnya juga menyebut AS menyerang Pulau Qeshm pada awal pekan.

Iran merespons dengan retorika yang tidak kalah keras. Pemindahan fasilitas produksi ke bawah tanah dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Teheran bersiap untuk skenario terburuk: perang berkepanjangan yang mengharuskan mereka terus memproduksi senjata meski permukaan negeri mereka dibombardir.

Bagi Iran, fasilitas bawah tanah bukan hal baru. Iran telah lama menyembunyikan peluncur rudal dalam jaringan terowongan dan gua. Namun, memindahkan lini produksi—bukan hanya gudang—menunjukkan level persiapan yang berbeda. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa mesin perang Iran tidak berhenti hanya karena pabrik di permukaan hancur.

Bagi dunia, klaim ini menambah lapisan ketidakpastian dalam ketegangan AS-Iran. Jika benar, kemampuan Iran untuk memproduksi rudal dan drone di bawah tanah membuat perhitungan militer menjadi lebih rumit. Jika hanya sebagian benar, pernyataan ini tetap berfungsi sebagai alat deterrensi psikologis: pesan bahwa Iran tidak akan menyerah begitu saja.(*)

Komentar (0)