Selasa, 27 Oktober 2026
Breaking News
Media Sosial

Instagram Uji Fitur Video Panjang 90 Menit, Kreator Bisa Dapat Penghasilan?

Tajusa, M. | | 5 mnt baca
Instagram Uji Fitur Video Panjang 90 Menit, Kreator Bisa Dapat Penghasilan?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Instagram mulai uji fitur video berdurasi panjang hingga 90 menit yang diberi nama Features. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya platform milik Meta tersebut untuk memperluas pilihan konten sekaligus membuka peluang monetisasi baru bagi para kreator.

Pengujian fitur tersebut diumumkan pada Senin (26/10/2026) waktu Amerika Serikat. Berdasarkan informasi yang dilaporkan Tekno, uji coba awal berlangsung di Brasil dan direncanakan meluas secara terbatas ke Amerika Serikat.

Kehadiran Features memungkinkan pengguna menikmati konten video dengan durasi lebih panjang dalam ekosistem Instagram. Langkah ini juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan kreator yang ingin menyampaikan materi secara lebih mendalam, tanpa meninggalkan popularitas video pendek.

Instagram Kembangkan Video Panjang hingga 90 Menit
Selama ini, video pendek menjadi salah satu format utama yang mendorong aktivitas pengguna Instagram. Melalui Reels, kreator dapat membagikan konten singkat untuk menjangkau audiens baru dan meningkatkan interaksi.

Namun, format berdurasi pendek memiliki keterbatasan ketika kreator ingin menyampaikan pembahasan yang membutuhkan penjelasan lebih lengkap. Video panjang dinilai dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan materi edukasi, cerita berseri, wawancara, maupun konten hiburan yang lebih mendalam.

Meta memandang video pendek dan video panjang sebagai dua format yang dapat berjalan berdampingan. Konten singkat dapat digunakan untuk menarik perhatian penonton, sedangkan video berdurasi panjang memberikan kesempatan kepada kreator untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.

Dengan pendekatan tersebut, Instagram tidak harus meninggalkan format video pendek yang sudah populer. Sebaliknya, perusahaan berupaya memperluas fungsi platform agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan produksi konten.

Peluang Monetisasi Baru bagi Kreator Instagram
Selain memperluas pilihan konten, pengembangan Features juga berkaitan dengan upaya Instagram mencari model pendapatan yang lebih beragam bagi kreator.

Juru bicara Meta menyampaikan bahwa perusahaan tengah mengeksplorasi berbagai cara agar kreator dapat memperoleh penghasilan melalui kerja sama dengan merek, dukungan penggemar, maupun program yang disediakan langsung oleh Instagram.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian insentif berdasarkan performa konten. Skema seperti ini berpotensi memberikan penghargaan kepada kreator berdasarkan pencapaian atau kinerja video yang mereka publikasikan.

Meski demikian, Instagram belum memastikan apakah video panjang nantinya akan dilengkapi pembagian pendapatan iklan seperti yang diterapkan YouTube. Mekanisme monetisasi yang akan digunakan masih menjadi bagian dari pengembangan perusahaan.

Kepala Instagram, Adam Mosseri, sebelumnya menjelaskan bahwa kreator memiliki tiga jalur utama untuk mendapatkan penghasilan melalui platform tersebut, yaitu pembayaran langsung dari Instagram, dukungan finansial penggemar, serta kemitraan dengan merek.

Saat ini, kerja sama dengan merek masih menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi kreator. Selain itu, program langganan memungkinkan pengikut membayar untuk mendapatkan akses ke konten eksklusif dari kreator tertentu.

Sementara itu, program pembayaran yang didasarkan pada performa konten masih memiliki cakupan terbatas.

Instagram Menghadapi Tantangan Pembagian Pendapatan
Pengembangan monetisasi video panjang juga tidak terlepas dari tantangan bisnis yang dihadapi Instagram.

Menurut penjelasan Mosseri yang dikutip dalam laporan tersebut, biaya yang dikeluarkan Instagram untuk program pembayaran berbasis performa masih jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan program itu. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan sebelum memperluas program secara signifikan.

Situasi ini berbeda dengan model monetisasi YouTube. Platform berbagi video tersebut menerapkan pembagian 55 persen pendapatan iklan video kepada kreator yang memenuhi ketentuan YouTube Partner Program.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh laporan tersebut, YouTube menyebut telah membayarkan lebih dari 100 miliar dolar AS kepada kreator, seniman, dan perusahaan media selama empat tahun sebelumnya.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan video panjang tidak hanya berkaitan dengan durasi konten. Platform juga perlu mempertimbangkan biaya operasional, peluang iklan, kebutuhan pengiklan, dan skema pembagian pendapatan yang berkelanjutan.

Pengalaman IGTV Menjadi Pelajaran bagi Instagram
Upaya menghadirkan video panjang sebenarnya bukan hal baru bagi Instagram. Sekitar delapan tahun sebelumnya, perusahaan pernah mengembangkan Instagram TV atau IGTV untuk menampung konten video dengan durasi lebih panjang.

Namun, layanan tersebut pada akhirnya dihentikan setelah pendekatan itu tidak dilanjutkan.

Instagram kemudian lebih menekankan format video pendek seperti Reels. Mosseri sebelumnya menilai video pendek lebih efektif mendorong pengguna membagikan konten kepada teman melalui pesan langsung.

Meski demikian, kebutuhan kreator untuk menyajikan materi yang lebih lengkap membuat perusahaan kembali mempertimbangkan pengembangan video berdurasi panjang.

Wakil Presiden Produk Instagram, Tessa Lyons, menilai Reels tetap mempunyai posisi penting di platform tersebut. Namun, menurut pendekatan yang dijelaskan dalam laporan, kreator juga perlu memiliki ruang untuk menerbitkan video yang membutuhkan durasi lebih lama.

Pandangan ini menjadi salah satu dasar pengembangan fitur yang menghubungkan video pendek dan panjang dalam satu ekosistem.

Instagram Siapkan Fitur Pendukung Video Panjang
Selain Features, Instagram juga mengembangkan sejumlah kemampuan tambahan untuk memudahkan pengguna menemukan dan menikmati konten video.

Salah satunya adalah fitur Clips as Reels. Fitur ini memungkinkan kreator membuat potongan Reels dari video berdurasi panjang, kemudian mengarahkan penonton ke versi lengkapnya. Strategi tersebut dapat membantu video pendek berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperluas jangkauan konten utama.

Instagram juga mengembangkan kemampuan untuk menonton video panjang melalui aplikasi Instagram di televisi. Pengembangan ini berpotensi memberikan pilihan pengalaman menonton yang berbeda dari penggunaan aplikasi melalui ponsel.

Di sisi lain, perusahaan sedang menyempurnakan sistem penemuan konten untuk siaran langsung atau Live agar pengguna lebih mudah menemukan tayangan yang relevan dengan minat mereka.

Instagram turut menyiapkan halaman khusus pada profil kreator untuk menampilkan rangkaian Reels episodik. Konsepnya menyerupai daftar putar yang membantu pengguna mengikuti konten berseri secara lebih teratur.

Berbagai pengembangan tersebut memperlihatkan upaya Instagram membangun pengalaman menonton yang lebih beragam, mulai dari video singkat hingga konten dengan durasi panjang.

Bagaimana Dampaknya bagi Kreator Konten?
Apabila fitur video panjang diperluas, kreator berpotensi memperoleh lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi publikasi. Mereka dapat menggunakan Reels untuk memperkenalkan topik, kemudian menyajikan pembahasan lengkap melalui video berdurasi lebih panjang.

Bagi kreator edukasi, misalnya, format tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan materi secara bertahap. Sementara itu, kreator hiburan, pewawancara, dan pembuat konten berbasis cerita dapat memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan karya mereka.

Meski begitu, peluang tersebut masih bergantung pada ketersediaan fitur, ketentuan penggunaan, serta kebijakan monetisasi yang nantinya ditetapkan Instagram.

Hingga informasi dalam laporan tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai penerapan pembagian pendapatan iklan untuk Features. Pengguna dan kreator masih perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya untuk mengetahui cakupan peluncuran serta ketentuan yang berlaku. (*)

Komentar (0)