Senin, 19 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Hiu Tutul 6 Meter Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul, Akhirnya Mati dan Dikubur

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Hiu Tutul 6 Meter Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul, Akhirnya Mati dan Dikubur
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BANTUL, BERITANOW.COM – Seekor hiu tutul berukuran sekitar enam meter ditemukan terdampar di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu, 18 Oktober 2026. Berbagai upaya dilakukan petugas bersama masyarakat untuk menyelamatkan satwa laut tersebut, tetapi hiu tutul itu akhirnya mati dan dikuburkan.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, petugas memasang garis pembatas di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan masyarakat. Penanganan dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk petugas SAR dan instansi yang berwenang dalam konservasi sumber daya alam.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa informasi awal mengenai hiu tutul yang terdampar diterima oleh anggota Pos SAR Parangtritis Ditpolairud Polda DIY dari seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar pantai.

Warga tersebut melihat seekor hiu tutul berada di tepi laut, tepatnya di sebelah selatan ikon Pantai Parangkusumo. Setelah mengetahui kondisi satwa tersebut, warga segera melaporkannya kepada petugas agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota yang sedang bertugas bersama SAR Linmas Wilayah III langsung mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi hiu tutul. Petugas menuju tempat kejadian perkara menggunakan kendaraan Utility Task Vehicle (UTV).

Setelah melakukan pemeriksaan awal, petugas berkoordinasi dengan SAR Linmas Wilayah III dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Rita menyampaikan bahwa petugas gabungan bersama masyarakat sempat berusaha mendorong hiu tutul tersebut agar dapat kembali ke perairan yang lebih dalam. Namun, upaya penyelamatan itu belum membuahkan hasil.

Besarnya ukuran tubuh hiu tutul serta kondisi air laut yang mulai surut menjadi kendala dalam proses pengembalian satwa ke tengah laut.

Petugas kemudian melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan tindakan yang sesuai. Pada tahap awal penanganan, hiu tutul tersebut masih berada di tepi Pantai Parangkusumo karena belum berhasil dievakuasi.

Menurut Rita, proses selanjutnya memerlukan koordinasi dengan BKSDA DIY agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Petugas juga mengimbau masyarakat supaya tidak mendekati atau mencoba menangani satwa tersebut secara mandiri.

Perkembangan terbaru disampaikan Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Veronica Vony Rorong. Ia mengungkapkan bahwa hiu tutul yang sebelumnya ditemukan terdampar itu akhirnya mati setelah upaya mengembalikannya ke laut tidak berhasil.

Setelah satwa tersebut dinyatakan mati, petugas melakukan penanganan lanjutan. Proses tersebut melibatkan dokter hewan untuk melakukan nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa sebelum dilanjutkan dengan penguburan.

Vony menjelaskan bahwa hiu tutul itu telah dikuburkan setelah upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena hiu tutul merupakan satwa laut berukuran besar yang membutuhkan penanganan khusus ketika terdampar di kawasan pesisir. Penanganan terhadap satwa semacam ini perlu mempertimbangkan keselamatan masyarakat, petugas, serta kondisi satwa selama proses evakuasi.

Dalam penanganan kejadian tersebut, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting untuk menentukan tindakan yang sesuai. Petugas bersama instansi terkait perlu memastikan bahwa proses penanganan satwa dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan konservasi.

Masyarakat yang menemukan satwa laut berukuran besar terdampar di pantai diimbau segera melapor kepada petugas berwenang. Warga juga sebaiknya menjaga jarak dan tidak mencoba menarik, mendorong, atau memindahkan satwa tanpa pendampingan petugas.

Kasus hiu tutul terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul, ini berakhir dengan kematian satwa tersebut meskipun petugas dan warga telah berupaya mengembalikannya ke laut. Penanganan lanjutan berupa nekropsi dan penguburan dilakukan setelah koordinasi dengan pihak terkait. (*)

Komentar (0)