Kamis, 05 November 2026
Breaking News
Daerah

Helikopter TNI AD MI-17 Jatuh di Seruyan Saat Operasi Karhutla, Dua Kru Berhasil Dievakuasi

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Helikopter TNI AD MI-17 Jatuh di Seruyan Saat Operasi Karhutla, Dua Kru Berhasil Dievakuasi
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

KALIMANTAN TENGAH, BERITANOW.COM – Kecelakaan udara menimpa helikopter milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) ketika menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Helikopter jenis MI-17V5 bernomor registrasi HA-5235 dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026).

Pesawat tersebut sebelumnya dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan melalui operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Dalam misi tersebut, helikopter bertugas mengambil air dari perairan untuk kemudian dijatuhkan ke area yang terdampak kebakaran.

Informasi awal mengenai Helikopter TNI AD MI-17 Jatuh di seruyan ini disampaikan oleh Kodam XXII/Tambun Bungai. Helikopter menjalankan penerbangan dengan rute Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang. Lokasi sasaran operasi berada di Resor Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, yang termasuk wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Taman Nasional Tanjung Puting.

Kronologi Helikopter TNI AD Jatuh di Kabupaten Seruyan
Berdasarkan keterangan Kabidhumas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat, helikopter MI-17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB.

Penerbangan itu merupakan bagian dari kegiatan operasi udara untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Namun, ketika menjalankan aktivitas pengambilan air untuk keperluan pemadaman, helikopter dilaporkan mengalami gangguan teknis.

Insiden tersebut berlangsung di kawasan perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Dalam penerbangan itu, helikopter dipimpin Mayor Cpn Dudi yang bertugas sebagai pilot in command (PIC). Hingga laporan awal disampaikan, penyebab pasti kecelakaan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapendam Benarkan Kecelakaan Helikopter MI-17V5
Kapendam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata, membenarkan adanya laporan kecelakaan helikopter TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 di Kabupaten Seruyan.

Ia menyampaikan bahwa helikopter tersebut merupakan bagian dari unsur penerbangan TNI AD yang mendapat penugasan membantu operasi penanggulangan karhutla.

Menurutnya, pesawat sedang menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting ketika peristiwa kecelakaan terjadi.

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, bersama Kapendam juga dilaporkan bergerak menuju lokasi kejadian untuk melihat kondisi secara langsung dan memantau proses penanganan.

Perjalanan dari Kota Palangka Raya menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 jam melalui jalur darat.

Delapan Personel Berada di Dalam Helikopter
Informasi sementara menyebutkan terdapat delapan personel TNI AD yang berada di dalam helikopter MI-17V5 tersebut. Mereka terdiri atas unsur penerbang dan personel yang terlibat dalam pelaksanaan misi pemadaman karhutla.

Berikut daftar personel berdasarkan laporan awal:

  1. Mayor Cpn Dudi
  2. Kapten Cpn Febri
  3. Lettu Cpn Hafiz
  4. Kapten Cpn Suganda
  5. Lettu Cpn Fercis
  6. Pratu Gilang
  7. Serda Sardi
  8. Serka Kadiya

Setelah menerima informasi kecelakaan, tim gabungan langsung bergerak untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh personel yang berada di dalam pesawat.

Prioritas utama dalam penanganan kejadian ini adalah memastikan keselamatan para kru serta memberikan pertolongan medis kepada personel yang berhasil ditemukan.

Dua Kru Berhasil Dievakuasi, Enam Lainnya Masih Dicari
Dalam perkembangan awal proses penyelamatan, dua orang kru dilaporkan berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB.

Setelah berhasil diselamatkan, keduanya dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Sementara itu, enam personel lainnya masih dalam proses evakuasi berdasarkan keterangan awal kepolisian.

Operasi penyelamatan dilakukan melalui jalur udara dan perairan dengan melibatkan tim gabungan. Proses tersebut juga mendapatkan dukungan helikopter Kamov untuk membantu upaya pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi kejadian.

Polda Kalimantan Tengah bersama unsur TNI dan tim terkait terus melakukan penanganan di lapangan untuk memastikan seluruh kru mendapatkan pertolongan.

Keterlibatan helikopter MI-17V5 dalam operasi ini merupakan bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Metode water bombing menjadi salah satu langkah pemadaman melalui dukungan pesawat atau helikopter yang membawa air untuk dijatuhkan ke titik kebakaran, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.(*)

Komentar (0)