Kamis, 01 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Hari ke-17 Pencarian KM Virgo, Tiga Jenazah Dievakuasi dari Bangkai Kapal

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Hari ke-17 Pencarian KM Virgo, Tiga Jenazah Dievakuasi dari Bangkai Kapal
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BANJARMASIN, BERITANOW.COM — Tim penyelam gabungan kembali mengangkat tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal pada hari ke-17 operasi SAR, Selasa (29/9/2026). Kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa itu mengangkut 243 orang saat mengalami kecelakaan pada 13 September 2026.

Basarnas memperluas wilayah pencarian dengan menyisir jalur darat dan laut. Sejumlah personel dikerahkan ke kawasan Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke wilayah tersebut.

Perluasan Pencarian ke Kalimantan Tengah
Kepala Basarnas M Syafii menyatakan pencarian tidak hanya dilakukan di sektor laut. Tim SAR gabungan juga melaksanakan penyisiran melalui jalur darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.

"Pencarian pada Selasa, 29 September 2026, tidak hanya dilakukan di sektor laut. Tim SAR Gabungan juga melaksanakan penyisiran melalui jalur darat di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan," kata Syafii, seperti dikutip detikNews.

Penyisiran di kawasan itu melibatkan satu personel Basarnas, empat personel Marnit Ditpolair Polda Kalimantan Tengah, dan dua personel Satpolair Polres Seruyan. Mereka menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau area yang menjadi sasaran pencarian.

Di sektor laut, SRU I menggunakan RBB yang berada di Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. Sementara SRU II menggunakan RIB 02 Palangka Raya yang berada di Pos TNI AL Kumai. Menurut Syafii, seluruh unsur SAR terus berkoordinasi dan menyesuaikan pergerakan berdasarkan perkembangan operasi di lapangan.

Evakuasi Korban Terus Berlanjut
Hingga Selasa sore, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 18 korban yang ditemukan di sejumlah tempat. Korban-korban itu ditemukan di wilayah Seruyan, Pangkalan Bun, serta Sukamara.

Pada operasi hari ke-17, tim penyelam gabungan berhasil mengangkat tiga jenazah dari dalam bangkai kapal. Evakuasi itu menjadi bagian dari rangkaian operasi yang melibatkan 65 penyelam dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan potensi SAR lainnya.

Hingga hari ke-13 operasi SAR, Jumat (25/9/2026), tim gabungan telah menemukan 160 korban dari total 243 orang. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan 52 orang meninggal dunia, sementara 83 orang masih dalam pencarian.

Kerja Keras Para Penyelam
Di balik angka-angka dalam laporan pencarian, terdapat kerja keras para penyelam yang turun ke dasar laut. Mereka menghadapi dinginnya laut, kuatnya arus, serta risiko tinggi saat memasuki badan kapal yang tenggelam dan tidak stabil.

Setiap kali turun, para penyelam harus menyusuri lorong dan ruang sempit di dalam kapal yang terbalik. Arus laut yang terus bergerak menambah tingkat kesulitan dan bahaya operasi tersebut. Mereka datang karena satu tujuan sederhana: memastikan korban dapat ditemukan dan dibawa pulang kepada keluarganya.

Bagi masyarakat yang menyaksikan rekaman operasi dari media sosial, kedalaman laut mungkin hanya tampak sebagai gambar gelap. Namun bagi para penyelam, kegelapan itu adalah arena pertaruhan nyawa yang harus mereka hadapi demi menemukan korban.

Operasi Pengangkatan Kapal
Basarnas menyatakan operasi pengangkatan bangkai kapal Virgo Transport 8 diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan. Proses itu menjadi salah satu pertimbangan dalam perpanjangan operasi SAR yang terus berlanjut hingga kini.

Syafii menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia. Pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi di lapangan serta keselamatan personel yang melaksanakan operasi.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)