Kamis, 22 Oktober 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Turun, Peluang Beli atau Tahan Jual?

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Harga Emas Antam Turun, Peluang Beli atau Tahan Jual?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Harga emas Antam kembali melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), membuka peluang bagi masyarakat yang berencana membeli logam mulia. Namun, penurunan harga tersebut juga menjadi pertimbangan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali asetnya. Perbedaan antara harga pembelian dan harga jual kembali menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan investasi emas.

Berdasarkan laporan Antara yang mengacu pada harga Logam Mulia pukul 09.19 WIB, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas berada di posisi Rp2.554.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback turut melemah menjadi Rp2.365.000 per gram.

Harga Emas Terus Melemah
Penurunan pada Kamis memperpanjang tren pelemahan harga emas Antam dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Pada Selasa (20/10/2026), harga emas tercatat Rp2.564.000 per gram sebelum turun menjadi Rp2.554.000 pada Rabu (21/10/2026). Dengan demikian, harga emas telah berkurang Rp14.000 per gram dalam dua hari terakhir

Jika dibandingkan dengan harga Senin (19/10/2026) sebesar Rp2.574.000 per gram, penurunan kumulatif mencapai Rp24.000 atau sekitar 0,93 persen. Perubahan tersebut menunjukkan adanya koreksi harga sepanjang pekan ini, meskipun persentasenya relatif terbatas. Pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada dinamika pasar emas dan faktor ekonomi yang memengaruhinya.

Harga dasar emas Antam juga berbeda berdasarkan ukuran batangan. Pada Kamis, pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.325.000, ukuran 5 gram Rp12.525.000, sedangkan pecahan 10 gram dijual Rp24.995.000. Untuk ukuran 100 gram, harga tercatat Rp249.212.000, belum termasuk pajak pembelian yang berlaku.

Penurunan Harga Bisa Memengaruhi Penjualan
Dari sisi perdagangan, penurunan harga berpotensi mendorong minat masyarakat yang selama ini menunggu kesempatan membeli emas dengan harga lebih rendah. Konsumen yang membeli secara bertahap dapat memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan logam mulia. Namun, peluang tersebut belum dapat diartikan sebagai peningkatan transaksi penjualan emas Antam.

Sebaliknya, pemilik emas yang berencana mencairkan investasinya menghadapi harga buyback yang lebih rendah. Pada Rabu, harga buyback tercatat Rp2.369.000 per gram, kemudian turun menjadi Rp2.365.000 pada Kamis. Kondisi ini berarti nilai penjualan kembali emas berkurang Rp4.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.

Dampaknya terhadap volume penjualan fisik belum dapat dipastikan tanpa data transaksi dari Antam maupun jaringan distributornya. Penurunan harga dapat menarik sebagian pembeli baru, tetapi juga berpotensi membuat investor menunda penjualan kembali. Kedua kemungkinan tersebut merupakan analisis perilaku pasar, bukan temuan mengenai perubahan transaksi yang telah terjadi.

Selisih Harga Jual dan Buyback Jadi Perhatian
Persoalan penting bagi investor bukan hanya harga emas ketika dibeli, melainkan juga nilai yang akan diterima saat menjualnya kembali. Berdasarkan harga Kamis, selisih antara harga dasar pembelian Rp2.550.000 dan buyback Rp2.365.000 mencapai Rp185.000 per gram. Selisih sekitar 7,25 persen dari harga pembelian tersebut perlu diperhitungkan, terutama dalam transaksi jangka pendek.

Sebagai ilustrasi, pembelian emas satu gram pada harga dasar Kamis yang langsung dijual kembali dengan harga buyback hari yang sama akan menghasilkan selisih negatif Rp185.000. Perhitungan sederhana tersebut belum memasukkan pajak dan biaya transaksi lainnya. Karena itu, penurunan harga tidak otomatis menjadikan emas sebagai instrumen yang menguntungkan untuk diperjualbelikan dalam waktu singkat.

Antara melaporkan bahwa pembelian emas Antam dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman Logam Mulia. Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai melebihi Rp10 juta dikenakan pemotongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Faktor perpajakan ini turut memengaruhi nilai akhir yang dibayarkan atau diterima konsumen.

Konsumen Perlu Mencermati Arah Pasar
Dalam jangka pendek, perubahan harga dapat memengaruhi waktu pembelian dan keputusan pencairan investasi. Konsumen yang mengejar keuntungan cepat menghadapi risiko ketika harga belum mampu menutup selisih jual dan buyback. Sementara itu, investor jangka panjang perlu mempertimbangkan tujuan kepemilikan emas serta kemampuannya menghadapi fluktuasi harga.

Layanan resmi Logam Mulia menyediakan fasilitas pembelian kembali emas batangan melalui butik yang ditunjuk. Perusahaan juga menyediakan simulasi buyback agar pelanggan dapat memperkirakan nilai pencairan aset sebelum melakukan transaksi. Harga buyback mengikuti pergerakan pasar dan dapat berubah sesuai pembaruan perusahaan.

Dengan harga emas Antam berada di Rp2,55 juta per gram pada Kamis pagi, pelaku pasar memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kembali strategi transaksinya. Bagi calon pembeli, koreksi harga dapat menjadi pertimbangan untuk masuk secara bertahap, sedangkan pemilik emas perlu menghitung nilai buyback sebelum menjual. Pergerakan harga perlu dibaca bersama perkembangan permintaan dan transaksi aktual, bukan semata-mata dari perubahan harga harian.(*)

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual emas. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)