Sabtu, 26 September 2026
Breaking News
Nasional

Guruh Soekarnoputra Berpulang

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Guruh Soekarnoputra Berpulang
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, di usia 73 tahun. Kabar duka ini pertama kali disampaikan lewat pernyataan tertulis Keluarga Besar Soekarno dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Pria bernama lengkap Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra ini sempat menjalani perawatan intensif sekitar dua pekan sebelum kepergiannya. Namun, pihak keluarga memilih tidak membuka diagnosis penyakitnya kepada publik dan meminta masyarakat tidak berspekulasi soal kondisi kesehatannya. Menurut keponakannya, Didi Mahardika, permintaan itu murni datang dari keluarga, bukan karena ada yang disembunyikan secara khusus.

Kondisi kritis Guruh sempat mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Didi mengungkapkan bahwa Presiden meminta agar pamannya itu ditangani secara intensif oleh tim medis, mengingat kedudukannya sebagai budayawan sekaligus pelaku sejarah bangsa. Sayangnya, upaya perawatan itu tidak berhasil menyelamatkan nyawanya hingga akhir pekan ini.

Sebagai tanda duka, PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari DPP hingga tingkat Anak Ranting, mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari ke depan. Hasto menyebut Guruh sebagai sosok yang dikenang lewat tiga peran sekaligus, yakni seniman besar, penganut Marhaenisme, dan pejuang partai sepanjang hidupnya. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta, alamat yang juga dikenal sebagai kediaman pribadinya selama ini.

Nama Guruh sesungguhnya besar bukan semata karena garis keturunannya, melainkan karena jalan kesenian yang ia rintis sendiri sejak muda. Pada 27 Maret 1977, ia mendirikan Swara Mahardhika, wadah kreativitas seni yang kemudian bertransformasi menjadi yayasan pada 1987. Di tahun yang sama dengan berdirinya Swara Mahardhika, ia juga terlibat dalam proyek musik eksperimental Guruh Gipsy bersama mendiang Chrisye, yang belakangan dikenang sebagai tonggak modernisasi musik tradisional Indonesia.

Lewat rumah produksi GSP Production yang didirikannya pada 1989, Guruh berperan sebagai koreografer, komposer, sekaligus sutradara dalam serangkaian pertunjukan kolosal bertajuk Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra. Kecintaannya pada budaya Nusantara juga merambah ke dunia fesyen lewat rancangan busana bermotif batik karyanya sendiri. Salah satu karya besarnya yang paling dikenang publik adalah pergelaran musik "Sri Mimpi Indonesia" pada 2013 di Jakarta Convention Center, yang menghadirkan puluhan lagu bertema cinta Tanah Air dengan diramaikan sejumlah penyanyi ternama Indonesia.

Di sisi lain, Guruh juga menapaki jalur politik sebagai kader PDI Perjuangan, partai yang kini dipimpin kakaknya, Megawati Soekarnoputri. Perpaduan antara latar keluarga, dedikasi seni, dan afiliasi politiknya membuat kepergiannya terasa berat baik bagi keluarga besar Soekarno maupun bagi struktur partai berlambang banteng itu. Kombinasi dua identitas itu pula yang membuat Hasto secara khusus menyebutnya bukan cuma sebagai keluarga proklamator, melainkan juga pejuang partai dalam arti sesungguhnya.

Sampai saat berita ini diturunkan, redaksi Beritanow masih memantau perkembangan terakhir mengenai jadwal pemakaman dan lokasi persemayaman(*)

Komentar (0)