Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
TANINBAR, BERITANOW.COM – Gempa M6,4 di Tanimbar mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Kamis (29/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kepulauan Tanimbar, Banda Neira, Kaimana, dan Sorong. Hingga laporan awal yang tersedia, belum ada informasi terverifikasi yang memastikan jumlah korban maupun kondisi kerusakan bangunan di seluruh wilayah terdampak.
Berdasarkan informasi BMKG yang dirujuk dalam laporan awal, gempa terjadi pada pukul 05.06.47 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, dengan kedalaman 160 kilometer.
Koordinat pusat gempa tercatat pada 6,34 derajat Lintang Selatan dan 130,52 derajat Bujur Timur.
BMKG: Gempa Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Informasi ini menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat di wilayah pesisir Maluku dan sekitarnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Gempa tersebut merupakan gempa tektonik dengan kedalaman menengah. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya deformasi di dalam lempeng atau intraslab, dengan mekanisme pergerakan yang berkaitan dengan sesar normal miring.
Kedalaman dan karakteristik sumber gempa turut memengaruhi bagaimana getaran dirasakan di permukaan.
Guncangan Dirasakan hingga Banda Neira dan Sorong
Laporan awal menyebutkan gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI di Kepulauan Tanimbar, Banda Neira, Kaimana, dan Sorong.
Pada intensitas tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah. Benda-benda ringan yang digantung juga dapat bergoyang.
Sementara itu, di Bula, getaran dilaporkan mencapai intensitas II MMI. Tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat dapat berbeda-beda, bergantung pada jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, serta karakteristik bangunan.
Hingga kini, informasi mengenai dampak kerusakan secara menyeluruh masih memerlukan konfirmasi dari petugas di lapangan dan pemerintah daerah setempat.
Belum Terdeteksi Gempa Susulan dalam Pemantauan Awal
Dalam pemantauan yang dirujuk pada laporan awal, BMKG belum mendeteksi aktivitas gempa susulan hingga pukul 05.30 WIB pada Kamis pagi.
Namun, informasi tersebut hanya menggambarkan kondisi sampai waktu pemantauan itu. Perkembangan aktivitas seismik setelahnya perlu diperiksa melalui pembaruan resmi BMKG.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Jika merasakan guncangan kembali, warga sebaiknya melindungi diri dan menjauhi benda yang berpotensi jatuh.
Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas. Hindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan yang mencurigakan sampai dinyatakan aman.
Masyarakat Diminta Memantau Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi mengenai perkembangan gempa, potensi tsunami, dan aktivitas susulan sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
Pemerintah daerah dan petugas terkait juga menjadi sumber penting untuk memastikan kondisi warga serta kemungkinan kerusakan akibat guncangan.
Dengan belum tersedianya konfirmasi menyeluruh mengenai dampak di lapangan, kondisi terkini di seluruh wilayah terdampak belum dapat disimpulkan sepenuhnya.
Sumber informasi: BMKG. Informasi korban, kerusakan, dan perkembangan gempa setelah pemantauan awal masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. (*)