Senin, 05 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

TAMBOLAKA, BERITANOW.COM - Gempa Sumba Barat Daya dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi. Guncangan terjadi sekitar pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Selain itu, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa bagian bangunan ketika gempa berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan bahwa laporan sementara diterima BNPB melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Kordalops).

Pusat Gempa Berada di Laut

Berdasarkan parameter awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Lokasi gempa tercatat pada koordinat 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

BNPB menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Sejumlah warga sempat keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri setelah merasakan getaran gempa.

Sebanyak 20 Rumah di Sumba Barat Daya Terdampak

Hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat 20 rumah warga di Kabupaten Sumba Barat Daya yang mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 rumah masuk kategori rusak ringan, sedangkan satu rumah mengalami kerusakan sedang.

Kerusakan rumah warga tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Selain rumah, sejumlah fasilitas lain juga mengalami dampak akibat gempa.

Tiga tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, serta Gereja Katedral Waitabula.

Kerusakan ringan juga tercatat pada fasilitas pendidikan SDK Manu Toghi dan fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.

Sumba Barat Ikut Terdampak

Dampak gempa juga ditemukan di Kabupaten Sumba Barat. Tiga unit rumah atau asrama Koramil dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada bagian plafon serta ditemukan retakan pada dinding.

Petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan tambahan pada rumah warga, fasilitas umum, gedung pemerintahan maupun infrastruktur lainnya.

Gempa Sumba Barat Daya juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. Korban terluka setelah terkena reruntuhan bangunan saat gempa berlangsung.

Korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan menjalani perawatan secara rawat jalan.

Sampai laporan sementara tersebut disampaikan, tidak terdapat laporan mengenai korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka berat.

Untuk mengantisipasi perkembangan kondisi pascagempa, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak.

Pemantauan juga dilakukan oleh Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya. Aparat kewilayahan bersama Babinsa turut membantu mengumpulkan informasi serta melakukan pendataan terhadap dampak gempa.

Posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung proses pemantauan dan penanganan apabila dibutuhkan. Personel tersebut terdiri dari 30 anggota Kodim 1613/Sumba Barat, 68 anggota Kodim 1629/Sumba Barat Daya, serta 75 personel Yonif TP 930/TT.

BNPB Masih Memperbarui Data

BNPB bersama BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD di wilayah terdampak masih melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap situasi setelah gempa.

Data mengenai korban, kerusakan bangunan, dan kebutuhan masyarakat masih dapat berubah seiring proses asesmen yang dilakukan petugas di lapangan.

Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi hanya dari sumber resmi seperti BNPB, BMKG, BPBD, dan instansi terkait.

Warga yang berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan juga diminta tidak memasuki bangunan tersebut sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Komentar (0)