Wilayah pesisir selatan Jawa, khususnya Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diguncang oleh gempa bumi kuat pada Jumat malam, 6 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terkini ini memiliki magnitudo (M) 6.4.
Guncangan terjadi tepat pukul 19:55:12 WIB. Berdasarkan analisis cepat BMKG, pusat gempa terletak di laut, sekitar 115 kilometer arah Barat Daya Pacitan, dengan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer. Lokasi episenter berada pada koordinat 8.87 Lintang Selatan dan 110.88 Bujur Timur, yang secara geologis merupakan zona subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.
Laporan awal yang diterima BMKG beberapa gempa hari ini 2 menit yang lalu setelah kejadian menunjukkan bahwa guncangan terasa kuat di Pacitan, Trenggalek, dan Ponorogo. Intensitas guncangan di wilayah terdekat diperkirakan mencapai skala IV-V Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat orang banyak terbangun, dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan yang tidak kokoh.
Meskipun magnitudo M 6.4 tergolong kuat, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono (nama disimulasikan), memastikan bahwa gempa pacitan ini tidak berpotensi tsunami. “Mekanisme sumber gempa ini adalah sesar naik (thrust fault) dengan kombinasi pergerakan mendatar. Analisis model elevasi dasar laut dan energi yang dilepaskan tidak memenuhi ambang batas untuk memicu gelombang tsunami yang signifikan,” jelasnya dalam konferensi pers darurat yang diadakan tak lama setelah kejadian.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan (aftershocks) yang mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan. Pihak berwenang, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Jawa Timur, telah diinstruksikan untuk siaga penuh dan melakukan pemantauan kerusakan secara intensif.
Analisis Teknis Gempa 6 Februari 2026: Aktivitas Megathrust Selatan Jawa
Peristiwa gempa 6 februari 2026 ini sekali lagi menyoroti tingginya aktivitas tektonik di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Secara geologis, lokasi gempa ini berada di zona Megathrust Jawa, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 67-70 mm per tahun.
Kedalaman hiposenter yang hanya 10 km mengindikasikan bahwa gempa ini tergolong dangkal. Gempa dangkal seringkali menimbulkan dampak guncangan yang lebih signifikan di permukaan, meskipun magnitudo yang sama pada kedalaman yang lebih dalam. Inilah alasan mengapa getaran dirasakan hingga ke berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian selatan.
Laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa guncangan gempa hari ini jawa timur dirasakan hingga ke Malang, Blitar, dan bahkan Yogyakarta. Khusus di gempa malang hari ini, laporan warga menyebutkan intensitas guncangan mencapai skala III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti truk berlalu. Hal ini membuktikan bahwa energi yang dilepaskan oleh gempa M 6.4 ini cukup besar dan menjangkau area yang luas.
Para ahli seismologi memperkirakan bahwa gempa ini merupakan pelepasan energi di segmen subduksi dangkal. Meskipun tidak memicu tsunami, kejadian ini menjadi pengingat penting akan ancaman gempa bumi yang selalu mengintai di wilayah selatan Jawa, termasuk potensi gempa Megathrust yang lebih besar di masa depan.
Dampak dan Respons Pemerintah Daerah
Hingga laporan ini ditulis, BPBD Kabupaten Pacitan masih terus mengumpulkan data kerusakan. Laporan awal menyebutkan adanya beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap dan dinding yang retak. Beberapa fasilitas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah, juga sedang diperiksa untuk memastikan keamanan strukturalnya.
Gubernur Jawa Timur, dalam pernyataan resminya, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. “Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Kami telah mengaktifkan posko siaga di Pacitan dan wilayah terdampak lainnya. Tim reaksi cepat telah disebar untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan membantu evakuasi jika diperlukan,” ujarnya.
Respons cepat dari pemerintah daerah mencakup pendirian tenda darurat di beberapa titik kumpul yang aman, khususnya bagi warga yang merasa khawatir untuk kembali ke rumah mereka karena takut akan gempa susulan. Komunikasi publik menjadi kunci, dengan BMKG dan BPBD secara aktif menyebarkan informasi resmi dan membantah berbagai informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial pasca-gempa.
![]()
Be the first to comment