Rabu, 28 Oktober 2026
Breaking News
Hukum

Geger! Polisi di Riau Diduga Bunuh Ibu Kandung, Ucapannya Sebelum Pergi Bikin Curiga

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Geger! Polisi di Riau Diduga Bunuh Ibu Kandung, Ucapannya Sebelum Pergi Bikin Curiga
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SIAK, BERITANOW.COM– Kasus polisi diduga bunuh ibu kandung menggemparkan warga Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Seorang anggota Polri berinisial WP (37) diduga terlibat dalam kematian ibu kandungnya, F (64), yang ditemukan tak bernyawa di rumah mereka di Jalan Gajah Mada, Selasa (27/10).

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah muncul keterangan mengenai ucapan terduga pelaku sebelum meninggalkan rumah. Polisi tersebut diketahui bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, membenarkan bahwa WP merupakan anggota Polri. Keterangan tersebut disampaikan kepada kumparan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (27/10).

Ucapan Sebelum Pergi Picu Kecurigaan

Kasus ini mulai terungkap setelah seorang saksi bernama Afrina Ramayana Daulay merasa curiga dengan perilaku WP ketika keluar dari rumah.

Menurut Akmadi, WP sempat menyampaikan kepada saksi bahwa ibunya sedang tidur dengan nyaman sebelum meninggalkan rumah.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang menarik perhatian warga. Kecurigaan semakin menguat ketika WP mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai.

Tidak berhenti di situ, WP juga meminta bantuan warga untuk mengantarkannya menuju kawasan Pasar Sungai Apit. Ia disebut meminta bantuan tersebut dengan tergesa-gesa.

Rangkaian perilaku itu mendorong tetangga untuk memeriksa kondisi rumah yang ditinggalkan WP.

Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Ruang Televisi

Saat memeriksa rumah, warga menemukan F dalam posisi telungkup di atas kasur yang berada di ruang televisi. Korban sudah tidak bernyawa.

Di sekitar tubuh dan pakaian korban juga ditemukan ceceran darah. Temuan tersebut membuat warga segera melaporkan kejadian itu kepada Polsek Sungai Apit.

Polisi kemudian melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. WP akhirnya ditangkap di Jalan Hangtuah, Kecamatan Sungai Apit, pada hari yang sama.

Penangkapan itu menjadi langkah awal proses penyelidikan untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Korban Diautopsi, Terduga Pelaku Jalani Observasi Kejiwaan

Setelah ditemukan, jenazah F dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Sementara itu, WP dibawa ke Biddokkes Polda Riau untuk menjalani observasi kejiwaan.

Hingga tahap ini, hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian menjadi bagian penting untuk menjelaskan secara utuh kasus tersebut, termasuk penyebab kematian korban dan rangkaian peristiwa yang mendahuluinya.

Kasus ini menyita perhatian karena melibatkan dugaan kekerasan terhadap anggota keluarga sendiri dan seorang terduga pelaku yang berprofesi sebagai anggota kepolisian. (*)

Komentar (0)