Fantastis! Gaji dan Fasilitas Pramugari Emirates

Pramugari memiliki kesempatan untuk keliling dunia dan dibayar. Tetapi, pramugari Emirates mendapatkan fasilitas dan hal-hal lain yang oke lho selain terbang ke mana-mana.

Dilansir dari Mirror, Senin (19/6/2023), seorang pramugari, Alexandra Cosoff, membagikan pengalamannya bertugas di penerbangan mewah Emirates. Dia digaji tinggi oleh maskapai Uni Emirat Arab (UEA) itu.

Dia tidak perlu membayar kos atau kontrakan, karena Emirates menyediakan akomodasi di Dubai. Selain itu, dia mendapatkan tunjangan untuk biaya transportasi, laundry, medis, serta perawatan gigi.

Yang menarik lainnya, gajinya tidak dipotong pajak penghasilan. Ya, UEA tidak memungut pajak penghasilan (pph).

Bagaimana dengan besaran gajinya?

Keuntungan utama bekerja di Emirates adalah gajinya yang terbilang cukup besar, khususnya jika dirupiahkan. Menurut Cabin Crew Wings, gaji pokok seorang pramugari Fly Emirates yakni sekitar 1.700 pound sterling per bulan, atau sekitar Rp 32,6 juta per bulan.

Baca Juga:   Konfirmasi Agensi Jisoo BLACKPINK dan Ahn Bo-hyun Pacaran

“Yang sangat menarik bagi saya adalah saya tidak membayar pajak di luar gaji saya. Saya tinggal di apartemen saya sendiri. Anda bisa mendapatkan akomodasi yang disediakan perusahaan atau memilih tunjangan akomodasi,” ujarnya.

Selain segudang keuntungan dari kehidupan di Dubai, pramugari juga diberikan tunjangan singgah ketika mereka menghabiskan waktu di negara lain. Umumnya, tunjangan tersebut mencakup biaya tiga kali makan dan makanan ringan.

Pramugari yang bekerja di kelas yang lebih tinggi seperti di kelas bisnis dan first class, biasanya dibayar lebih tinggi daripada pekerja di kelas ekonomi. Dengan perbedaan gaji itu, artinya pramugari berpeluang untuk naik pangkat.

“Setelah saya bergabung, saya mulai di kelas ekonomi selama satu setengah tahun barulah saya dipromosikan ke kelas bisnis dan tim acara promosi bisnis. Saya sangat beruntung. Saya mengalami masa-masa yang paling menakjubkan,” kata dia.

Alexandra mengatakan bahwa ia menjalani mimpi yang menjadi kenyataan dan sangat senang karena dapat berkeliling dunia serta bertemu dengan orang-orang baru.

Namun sebagaimana pekerjaan lainnya, menjadi awak kabin juga memiliki tantangan tersendiri. Rata-rata awak kabin terbang 80 hingga 100 jam dalam sebulan, yang terbagi menjadi 20 hingga 25 jam kerja seminggu. Sebagian besar dari jam kerja tersebut juga dilakukan di jam yang tidak menentu. Di samping itu, tekanan serta ketegangan bekerja di pesawat tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:   Kronologi ODGJ Tebas Polisi Pakai Parang di Manado

Selain itu, fasilitas di Emirates, yang mengupayakan layanan khusus untuk penumpang di kelas bisnis atau first class, membuat pramugari mesti mengupayakan pelayanan terbaik. Seorang pramugari di kelas ini mesti tahu preferensi pribadi, rencana perjalanan, serta persyaratan diet bagi penumpang yang memiliki selera tinggi.

“Sebelum penerbangan, kami mengadakan briefing tim untuk memastikan kami semua mengetahui siapa saja penumpang VIP yang terbang bersama kami. Serta kami juga memiliki tablet di dalam pesawat untuk menyimpan informasi. Kami memastikan informasi ini selalu diperbarui selama perjalanan,” kata Alexandra.

Loading