Eropa Mencekam! Ancaman Bom Berlanjut, Puluhan Penerbangan Terganggu
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
EROPA, BERITANOW.COM - Ancaman bom berlanjut di sejumlah negara Eropa dan kembali memicu gangguan perjalanan udara. Sedikitnya 18 penerbangan terdampak gelombang ancaman baru pada Jumat (6/11/2026), menyusul serangkaian insiden serupa yang sebelumnya mengganggu puluhan penerbangan. Sejumlah pesawat terpaksa mengubah rute, menjalani pemeriksaan keamanan, hingga mendapat pengawalan jet tempur militer.
Gangguan terbaru tersebut dilaporkan terjadi pada penerbangan yang melintasi atau menuju sembilan negara, yakni Bulgaria, Republik Ceko, Prancis, Italia, Hungaria, Siprus, Rumania, Inggris, dan Portugal. Sejumlah maskapai harus mengikuti prosedur pengamanan setelah menerima informasi mengenai dugaan keberadaan bahan peledak di dalam pesawat. Kondisi ini membuat otoritas penerbangan dan aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah bandara.
Salah satu insiden melibatkan pesawat Wizz Air yang terpaksa mengubah rute penerbangan dari Praha menuju Roma dan mendarat di Venesia, Italia. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat untuk memastikan tidak terdapat benda mencurigakan. Sejumlah penerbangan lainnya juga mengalami keterlambatan dan pengalihan rute akibat prosedur pemeriksaan keamanan.
Hungaria turut mengerahkan jet tempur untuk mengawal pesawat sipil yang menerima ancaman. Langkah serupa sebelumnya dilakukan oleh sejumlah negara, termasuk Prancis, Italia, dan Bulgaria. Pengerahan kekuatan udara tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan untuk memastikan pesawat dapat mendarat dengan selamat.
Rangkaian ancaman ini bukan kejadian pertama dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (3/11/2026), sedikitnya tujuh penerbangan dilaporkan menjadi sasaran ancaman serupa. Situasi kemudian memburuk pada Kamis (5/11/2026), ketika hampir 30 penerbangan kembali terdampak, termasuk sejumlah penerbangan menuju Roma, Praha, Sofia, Paris, dan Brussels.
Meski menimbulkan kepanikan dan gangguan operasional, hasil pemeriksaan sejauh ini tidak menemukan bahan peledak pada pesawat yang menjadi sasaran ancaman. Seluruh pesawat yang terdampak dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat. Otoritas keamanan juga belum mengumumkan adanya korban akibat rangkaian insiden tersebut.
Di tengah penyelidikan, muncul dugaan bahwa rentetan ancaman tersebut merupakan bagian dari aksi terkoordinasi untuk mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan Eropa. Sejumlah pengamat menilai pola kejadian yang menyasar berbagai maskapai dan negara memiliki karakteristik serangan hibrida. Namun, dugaan keterlibatan kelompok atau negara tertentu belum dapat dibuktikan.
Hingga Sabtu (7/11/2026), pihak berwenang masih berupaya mengidentifikasi pelaku serta menelusuri asal-usul pesan ancaman yang diterima sejumlah maskapai dan pengelola bandara. Belum ada kesimpulan resmi mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab. Gelombang ancaman ini menjadi ujian serius bagi koordinasi keamanan penerbangan lintas negara di Eropa. (*)