Penjaga gawang Cremonese, Emil Audero, akhirnya memberikan pernyataan usai menjadi korban pelemparan flare oleh pendukung Inter Milan dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin dini hari, 2 Februari 2026.
Insiden tersebut terjadi saat Emil Audero tengah berada di area gawangnya. Secara mendadak, sebuah flare dilempar dari arah belakang tribun dan mengenai bagian kepala kiper Timnas Indonesia tersebut.
Akibat kejadian itu, Emil Audero sempat terjatuh ke lapangan. Ia kemudian mendapatkan penanganan dari tim medis dan masih mampu melanjutkan pertandingan, meski Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2.
“Halo semuanya, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang menghubungi dan menanyakan kondisi saya. Saya baik-baik saja, meski sempat merasakan nyeri cukup kuat di telinga dan sensasi panas di bagian lutut,” ujar Emil Audero, seperti dikutip dari akun Instagram resmi Cremonese pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pasca kejadian tersebut, Audero tidak memerlukan perawatan lanjutan dan sudah kembali menjalani sesi latihan. Kiper berusia 28 tahun itu berharap insiden pelemparan flare terhadap pemain tidak kembali terjadi di dunia sepak bola.
“Saya sudah bisa berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, kejadian itu sebenarnya bisa jauh lebih buruk. Saya bersyukur semuanya berakhir dengan baik, meskipun situasinya tidak menyenangkan,” ungkap penjaga gawang berdarah Lombok tersebut.
“Sayangnya, hal-hal seperti ini masih saja terjadi. Saya berharap kedepannya bisa benar-benar dihentikan. Terima kasih untuk semua pesan yang saya terima. Pelukan hangat untuk kalian semua,” tutup Emil Audero.
![]()
Be the first to comment