Elektabilitas Gerindra Turun ke 23,2 Persen, Ini Tren Poltracking
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Elektabilitas Gerindra tercatat 23,2 persen dalam survei nasional Poltracking Indonesia periode Agustus 2026. Angka tersebut masih menempatkan Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi 18 partai politik.
Namun, jika melihat rangkaian pengukuran Poltracking sejak Oktober 2025, angka Gerindra menunjukkan pergerakan naik-turun. Elektabilitas partai tersebut sempat mencapai 26,1 persen pada Maret 2026 sebelum bergerak turun dalam tiga pengukuran berikutnya.
Data Poltracking mencatat elektabilitas Gerindra sebesar 24,1 persen pada Oktober 2025. Angka itu meningkat menjadi 26,1 persen pada Maret 2026, kemudian turun menjadi 25,9 persen pada Mei, 23,5 persen pada Juli, dan 23,2 persen pada Agustus 2026.
Dari 26,1 Persen ke 23,2 Persen
Perubahan paling terlihat terjadi setelah pengukuran Maret 2026.
Pada Maret, Gerindra berada di angka 26,1 persen. Dua bulan kemudian, elektabilitasnya tercatat 25,9 persen. Angka tersebut kembali turun menjadi 23,5 persen pada Juli dan 23,2 persen pada Agustus.
Jika dibandingkan dengan titik tertinggi dalam rangkaian tersebut, yakni 26,1 persen pada Maret, elektabilitas Gerindra pada Agustus lebih rendah 2,9 poin persentase.
Sementara jika dibandingkan dengan Oktober 2025, ketika angkanya berada di 24,1 persen, posisi Agustus 2026 lebih rendah 0,9 poin persentase.
Gerindra Masih di Posisi Teratas
Meski mengalami penurunan secara angka, Gerindra tetap berada di urutan pertama dalam simulasi pilihan partai pada survei terbaru.
PDIP berada di posisi berikutnya dengan 11,6 persen, disusul Golkar 10,4 persen. PKB memperoleh 6,2 persen dan Demokrat 6,1 persen.
Selanjutnya terdapat NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen. Partai lainnya dalam simulasi memperoleh angka di bawah 1 persen.
Dengan demikian, posisi Gerindra di puncak klasemen elektabilitas partai belum berubah dalam pengukuran terbaru, meskipun angkanya lebih rendah dibandingkan titik tertingginya pada Maret.
PDIP Juga Mengalami Penurunan
Pergerakan Gerindra terjadi bersamaan dengan penurunan elektabilitas PDIP dalam rangkaian survei yang sama.
PDIP tercatat 15,7 persen pada Oktober 2025, kemudian 15,4 persen pada Maret 2026, 14,4 persen pada Mei, 12,3 persen pada Juli, dan 11,6 persen pada Agustus.
Artinya, kedua partai mengalami penurunan angka dalam beberapa pengukuran terakhir. Pada survei Agustus, selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP mencapai 11,6 poin persentase.
Seperempat Responden Belum Memberikan Pilihan
Survei terbaru Poltracking juga menunjukkan masih besarnya kelompok responden yang tidak menyebutkan pilihan partai.
Sebanyak 25,3 persen responden masuk kategori tidak tahu atau tidak menjawab. Angka tersebut lebih besar dibandingkan elektabilitas masing-masing partai yang berada dalam simulasi.
Temuan ini menjadi bagian penting dalam membaca peta elektoral karena hasil survei menggambarkan pilihan responden pada saat pengumpulan data, bukan hasil pemilu.
Survei Dilakukan pada Agustus 2026
Poltracking melakukan pengumpulan data pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka.
Survei melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Karena terdapat margin of error, perubahan angka antarsurvei tidak otomatis berarti perubahan dukungan yang signifikan secara statistik. Angka tersebut perlu dibaca sebagai hasil pengukuran pada periode masing-masing.
Gambaran Elektoral, Bukan Hasil Pemilu
Rangkaian elektabilitas Gerindra dari Oktober 2025 hingga Agustus 2026 memperlihatkan pola naik setelah Oktober, mencapai titik tertinggi pada Maret, kemudian menurun hingga pengukuran terbaru.
Poltracking menyebut hasil Agustus sebagai potret kondisi elektoral pada pertengahan Agustus 2026. Lembaga tersebut juga menekankan bahwa persepsi publik masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu dan langkah strategis partai politik.
Dengan demikian, angka 23,2 persen menunjukkan posisi Gerindra dalam survei terbaru, bukan gambaran pasti mengenai hasil Pemilu 2029. (*)