Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BERITANOW | HIBURAN — Tujuh tahun lalu, Avengers: Endgame terasa seperti sebuah titik. Tony Stark mati, Steve Rogers memilih hidup bersama Peggy Carter, Thanos dikalahkan, dan perjalanan panjang Infinity Saga mencapai penutup emosionalnya. Kini, Avengers: Doomsday membuat Marvel membuka kembali cerita yang pernah dianggap selesai itu.
Menariknya, hubungan tersebut bukan rancangan besar yang sudah disembunyikan sejak 2019. Russo bersaudara mengakui Doomsday belum direncanakan saat mereka membuat Endgame. Mereka justru melihat kembali film lama itu dan menemukan sejumlah gagasan yang sekarang dapat memperoleh konsekuensi baru.
Endgame Tidak Lagi Berakhir di Steve dan Peggy
Perubahan paling jelas terlihat dalam Avengers Endgame: Encore. Film tersebut tetap membawa penonton menuju adegan Steve Rogers dan Peggy Carter berdansa, tetapi kebahagiaan mereka sekarang diganggu kedatangan Loki. Sebuah akhir yang dahulu terasa final mendadak memiliki pintu menuju persoalan baru.
Tambahan lain memperlihatkan TVA mengamati ancaman incursion dalam jumlah besar, sementara Bruce Banner berhadapan dengan Doctor Doom. Pada bagian pascakredit, suara tempaan yang mengingatkan pada Tony Stark membangun armor pertamanya digunakan untuk mengiringi kemunculan Doom. Kesamaan tersebut semakin mencolok karena Robert Downey Jr. kini berada di balik karakter Victor von Doom.
Namun, Marvel belum menyatakan Doom merupakan varian Tony Stark. Russo bersaudara hanya mengisyaratkan adanya simetri dan eksplorasi mengenai dua sisi yang berbeda. Artinya, kemiripan visual tersebut lebih aman dibaca sebagai petunjuk mengenai hubungan tematik sampai film memberikan jawabannya.
Satu Kalimat Lama Mendapat Arti Baru
Koneksi yang lebih menarik justru mungkin berada dalam Endgame versi 2019. Joe Russo mengatakan terdapat dialog dalam film tersebut yang akan memiliki dampak terhadap Doomsday. Salah satu yang kembali mendapat perhatian adalah peringatan Tony Stark bahwa mengutak-atik waktu dapat membawa konsekuensi balik.
Pada 2019, kalimat itu bekerja dalam konteks rencana Avengers melakukan perjalanan waktu untuk mengumpulkan Infinity Stones. Sekarang, setelah MCU memperkenalkan TVA, percabangan realitas dan incursion, maknanya dapat dibaca jauh lebih luas. Kemenangan Avengers terhadap Thanos mungkin tidak lagi hanya menghasilkan keselamatan, tetapi juga meninggalkan konsekuensi terhadap struktur multiverse.
Di sinilah Marvel melakukan sesuatu yang menarik. Studio tidak harus mengubah apa yang terjadi dalam Endgame, melainkan mengubah cara penonton membaca akibat dari kejadian tersebut. Masa lalu tetap sama, tetapi konsekuensinya diperpanjang.
Marvel Membutuhkan Endgame Lagi
Langkah itu juga masuk akal dari perspektif yang lebih besar. Setelah Endgame, cerita MCU menyebar ke banyak film dan serial dengan karakter, semesta dan aturan multiverse berbeda. Doomsday kini harus mempertemukan kembali berbagai jalur tersebut dalam satu peristiwa besar.
Daripada meminta penonton memulai dari seluruh cabang cerita itu, Marvel kembali kepada satu titik yang telah dikenal luas. Endgame menjadi bahasa bersama antara penonton lama dan Multiverse Saga. Respons terhadap Endgame: Encore menunjukkan kekuatan itu belum hilang, dengan penayangan ulangnya menghasilkan sekitar US$86 juta secara global pada akhir pekan pembukaan.
Karena itu, Avengers: Doomsday tampaknya tidak sekadar melanjutkan Endgame. Marvel menggunakan film terbesarnya sebagai fondasi untuk menyatukan kembali dunia yang semakin melebar, sambil memberi konsekuensi baru terhadap keputusan yang dahulu dianggap final. Pertanyaan terbesarnya sekarang justru menggoda: jika kemenangan Avengers atas Thanos ikut membuka jalan menuju kekacauan multiverse, mungkinkah para pahlawan dalam Endgame tanpa sadar telah membantu menciptakan masalah yang harus mereka hadapi dalam Doomsday?(*)