Digigit Ular Berbisa? 5 Kesalahan Ini Bisa Membahayakan Nyawa
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Gigitan ular berbisa bukan perkara yang bisa dianggap sepele. Kesalahan dalam memberikan pertolongan pertama dapat memperburuk cedera, sementara keterlambatan menuju rumah sakit meningkatkan risiko komplikasi serius. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat ini.
Salah satu hal terpenting adalah tidak panik dan segera mencari pertolongan medis. Jangan menunggu pembengkakan atau gejala berat muncul karena sebagian efek racun ular dapat berkembang setelah gigitan terjadi.
Gigitan Ular Berbisa: Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika seseorang mengalami gigitan yang diduga berasal dari ular berbisa, segera jauhkan korban dari lokasi berbahaya. Jangan mencoba menangkap ular karena tindakan tersebut berisiko menimbulkan gigitan berikutnya. Jika memungkinkan, ingat warna dan bentuk ular dari jarak aman agar informasinya dapat disampaikan kepada petugas medis.
Selanjutnya, bantu korban tetap tenang dan batasi pergerakannya. Topang bagian tubuh yang tergigit agar tidak banyak bergerak, kemudian lepaskan cincin, gelang, jam tangan, atau benda ketat lainnya sebelum pembengkakan muncul. Segera atur transportasi menuju rumah sakit atau hubungi layanan darurat setempat untuk memperoleh bantuan.
Selama perjalanan, pantau kesadaran dan pernapasan korban. Jika korban muntah atau mengalami penurunan kesadaran tetapi masih bernapas normal, posisikan tubuhnya miring untuk membantu menjaga jalan napas, selama tidak ada kondisi lain yang mengharuskan penanganan berbeda. Apabila korban tidak bernapas normal, segera minta bantuan darurat dan lakukan resusitasi sesuai kemampuan serta instruksi petugas.
Lima Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada sejumlah tindakan yang masih kerap dianggap sebagai pertolongan pertama, padahal dapat membahayakan korban. Berikut lima hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat menghadapi gigitan ular berbisa.
1. Mengikat bagian tubuh dengan sangat kuat
Mengikat anggota tubuh menggunakan tali atau torniket untuk menghentikan aliran darah bukan tindakan pertolongan pertama yang dianjurkan. Ikatan yang terlalu kuat dapat merusak jaringan dan memperburuk cedera. Cukup batasi gerakan bagian tubuh yang tergigit sambil segera mencari bantuan medis.
2. Menyayat atau mengisap luka
Menyayat kulit maupun mengisap luka dengan mulut tidak terbukti efektif mengeluarkan racun dari tubuh. Tindakan tersebut justru dapat menyebabkan cedera tambahan dan meningkatkan risiko infeksi. Hindari pula penggunaan alat pengisap racun yang tidak terbukti bermanfaat.
3. Mengompres menggunakan es
Menempelkan es atau merendam bagian tubuh yang tergigit bukan cara yang dianjurkan untuk menangani gigitan ular. Tindakan ini tidak terbukti memberikan manfaat yang memadai dan berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan. Prioritaskan imobilisasi atau pembatasan gerakan serta transportasi medis.
4. Mengandalkan ramuan tradisional
Ramuan herbal, bahan kimia, atau metode tradisional yang belum terbukti aman tidak boleh menggantikan penanganan medis. Penggunaannya juga berisiko menunda korban memperoleh terapi yang diperlukan. Penanganan gigitan ular harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mampu menilai kondisi korban.
5. Menunggu gejala memburuk
Tidak semua gigitan ular langsung menimbulkan gejala berat. Namun, kondisi awal yang tampak ringan tidak cukup untuk memastikan bahwa korban aman dari efek racun. Karena itu, jangan menunda pemeriksaan hanya karena korban masih mampu berjalan atau belum merasakan nyeri hebat.
Kapan Korban Membutuhkan Penanganan Darurat?
Gigitan ular yang diduga berbisa perlu segera diperiksa di fasilitas kesehatan, meskipun gejalanya belum jelas. Tanda bahaya meliputi pembengkakan yang berkembang, perdarahan, muntah, kelemahan otot, gangguan penglihatan, kesulitan menelan, hingga sesak napas. Gejala-gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Di rumah sakit, dokter akan menilai kondisi korban dan menentukan terapi berdasarkan gejala serta dugaan jenis ular. Antibisa dapat diberikan apabila diperlukan untuk mengatasi efek racun, disertai pemantauan dan perawatan pendukung sesuai kondisi pasien. Penanganan sedini mungkin menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian.
Kesimpulannya, jangan panik, jangan mengutak-atik luka, batasi gerakan korban, dan segera cari pertolongan medis. Pengetahuan pertolongan pertama yang benar dapat membantu masyarakat menghindari kesalahan fatal saat menghadapi gigitan ular berbisa. (*)