Demonstrasi Pelajar Prancis Memanas, Ribuan Orang Ditangkap
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PARIS, BERITANOW.COM — Demonstrasi pelajar di Prancis semakin meluas setelah aksi protes terkait kondisi pendidikan berubah menjadi kericuhan di sejumlah kota. Polisi menangkap ribuan orang dalam rangkaian aksi yang berlangsung sejak pekan terakhir September 2026.
Okezone melaporkan sebanyak 1.949 orang ditangkap pada Kamis, 1 Oktober 2026, meningkat dibandingkan 625 orang yang diamankan sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, sekitar 400 sekolah ditutup karena situasi keamanan.
Reuters kemudian melaporkan pada Jumat, 2 Oktober, bahwa Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut total penangkapan sejak Senin telah mencapai sekitar 5.000 orang, dengan sebagian besar merupakan remaja. Sekitar 400 sekolah menengah juga ditutup akibat gangguan yang terjadi selama aksi.
Aksi demonstrasi awalnya dipicu persoalan di lingkungan pendidikan, antara lain kekurangan guru, ruang kelas yang padat, serta kondisi sejumlah bangunan sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan.
Protes yang bermula di wilayah Paris kemudian menyebar ke berbagai kota. Massa melakukan pemblokiran sekolah dan universitas serta mendirikan barikade. Di sejumlah lokasi, aksi berkembang menjadi bentrokan dengan polisi.
Reuters melaporkan penggunaan gas air mata oleh aparat di Strasbourg. Di Marseille, kembang api diarahkan ke barisan polisi, sedangkan sejumlah tempat sampah dibakar di Rennes dan Pantin.
Kerusuhan juga menyebabkan korban luka. Pemerintah Prancis melaporkan 65 tenaga pendidikan mengalami cedera, termasuk 40 kepala sekolah. Sementara itu, sebanyak 305 polisi dan anggota gendarmerie dilaporkan terluka dalam rangkaian aksi pada Kamis, menurut laporan Okezone.
Pemerintah Prancis menyatakan persoalan kondisi sekolah perlu ditangani, tetapi mengecam tindakan kekerasan dan perusakan fasilitas publik. Menteri Pendidikan Édouard Geffray juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan perwakilan guru, orang tua, dan organisasi pelajar.
Di tengah situasi tersebut, serikat pekerja pendidikan menyerukan aksi mogok kerja. Pemerintah juga menghadapi tekanan terkait rancangan anggaran pendidikan 2027 yang menaikkan anggaran sekitar 1,7 persen menjadi 65,53 miliar euro, di bawah laju inflasi.
Demonstrasi pelajar Prancis masih menjadi perhatian pemerintah karena aksi terus berlangsung di sejumlah wilayah dan sebagian demonstrasi berkembang menjadi bentrokan antara pelajar dan aparat keamanan. (*)